Tugas dan Fungsi Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan

BAB VI

DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN

 

Bagian Pertama

Kedudukan,  Tugas, dan Fungsi

 

 

Pasal 392

 

(1)  Direktorat  Jenderal  Pelayanan  Kesehatan  berada di  bawah  dan bertanggungjawab  kepada Menteri.

(2)     Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan  dipimpin oleh Direktur Jenderal.

 

Pasal 393

 

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di  bidang pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan  peraturan perundang-undangan.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 99  - Pasal 394

Dalam    melaksanakan   tugas   sebagaimana    dimaksud   dalam    Pasal   393,

 

Direktorat Jenderal  Pelayanan Kesehatan  menyelenggarakan fungsi:

 

  1. a. perumusan  kebijakan   di   bidang  peningkatan  pelayanan,  fasilitas,  dan mutu  pelayanan  kesehatan  primer,   rujukan,   tradisional,   dan komplementer;
  2. pelaksanaan  kebijakan  di  bidang  peningkatan  pelayanan,  fasilitas,  dan mutu     pelayanan     kesehatan     primer     rujukan,      tradisional,     dan komplementer;
  3. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di  bidang peningkatan pelayanan, fasilitas, dan mutu pelayanan kesehatan primer, rujukan, tradisional, dan komplementer;
  4. pemberian   bimbingan   teknis   dan   supervisi   di    bidang   peningkatan pelayanan, fasilitas, dan mutu pelayanan kesehatan primer, rujukan, tradisional, dan komplementer;
  5. pelaksanaan  evaluasi,  dan  pelaporan  di  bidang peningkatan  pelayanan, fasilitas, dan mutu pelayanan kesehatan primer, rujukan, tradisional, dan komplementer;
  6. f. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal  Pelayanan Kesehatan;  dan      pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

 

 

Bagian Kedua

 

Susunan  Organisasi

 

Pasal 395

 

Direktorat Jenderal  Pelayanan Kesehatan  terdiri atas:

 

  1. Sekretariat Direktorat Jenderal;

 

  1. Direktorat Pelayanan Kesehatan  Primer;

 

  1. Direktorat Pelayanan Kesehatan  Rujukan;

 

  1. Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional;

 

  1. Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan;  dan

 

  1. f. Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 100  -

 

Bagian Ketiga

Sekretariat Direktorat Jenderal

 

Pasal 396

 

Jenderal  mempunyai tugas  melaksanakan  koordinasi  pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan  administrasi  Direktorat  Jenderal  Pelayanan  Kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 397

 

Dalam   melaksanakan   tugas   sebagaimana    dimaksud   dalam   Pasal   396, Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi:

  1. koordinasi  dan   penyusunan   rencana,    program,   dan   anggaran   dan pengelolaan data dan informasi;
  2. pengelolaan urusan  keuangan dan barang milik negara;
  3. penyiapan  koordinasi  dan  pelaksanaan  urusan  hukum,  orgarusasi,  tata laksana,  dan hubungan masyarakat;
  4. pelaksanaan  urusan   kepegawaian,   ketatausahaan,    kerumahtanggaan,

arsip, dokumentasi dan layanan pengadaan; dan e.      pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan.

Pasal 398

 

Sekretariat Direktorat Jenderal  terdiri atas:

  1. a. Bagian  Program dan Informasi;
  2. Bagian  Hukum,  Organisasi,  dan Hubungan  Masyarakat;
  3. Bagian  Keuangan  dan Barang  Milik Negara;
  4. Bagian Kepegawaian  dan Umum;  dan e.      Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 399

 

Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan  rencana,  program, dan anggaran dan pengelolaan data dan informasi,  dan pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan.

Pasal400

 

Dalam  melaksanakan tugas sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal 399, Bagian

Program dan Informasi  menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan  bahan   koordinasi  dan  penyusunan   rencana,   program,  dan anggaran;
  2. pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data dan informasi;  dan

 

  1. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan.

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

-  101  - Pasal 401

Bagian Program dan lnformasi terdiri atas:

  1. Subbagian  Program;
  2. Subbagian Anggaran;  dan
  3. Subbagian  lnformasi dan Evaluasi.

 

Pasal 402

 

(1)    Subbagian   Program  mempunyai   tugas   melakukan   penyiapan   bahan koordinasi dan penyusunan rencana dan program.

(2)    Subbagian   Anggaran   mempunyai   tugas  melakukan  penyiapan   bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran.

(3)  Subbagian  Informasi  dan  Evaluasi mempunyai  tugas  melakukan pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data dan informasi,  dan pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan.

 

Pasal 403

 

Bagian Hukum, Organisasi, dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan   penyiapan    koordinasi   dan   pelaksanaan   urusan   hukum, organisasi  dan tata laksana dan hubungan masyarakat.

 

Pasal 404

 

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal 403, Bagian

Hukum,  Organisasi,  dan Hubungan  Masyarakat menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan   bahan   koordinasi   dan   penyusunan    rancangan   peraturan perundang-undangan;
  2. penyiapan bahan penataan  dan evaluasi organisasi dan tata laksana serta fasilitasi implementasi  reformasi birokrasi;  dan
  3. pelaksanaan urusan advokasi hukum dan hubungan masyarakat.

 

Pasal 405

 

Bagian Hukum,  Organisasi,  dan Hubungan  Masyarakat terdiri atas:

  1. a. Subbagian  Peraturan Perundang-undangan;
  2. Subbagian  Organisasi  dan Tata Laksana;  dan
  3. Subbagian Advokasi  Hukum dan Hubungan  Masyarakat.

 

Pasal 406

 

(1)     Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan   bahan   koordinasi   dan   penyusunan    rancangan   peraturan perundang-undangan  dan perjanjian  kerja  sama.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 102  -

 

(2)    Subbagian  Organisasi  dan  Tata Laksana  mempunyai  tugas  melakukan penyiapan bahan  penataan  dan evaluasi organisasi,  analisis jabatan, peta jabatan,   analisis    beban   kerja,    dan   tata   laksana,    serta   fasilitasi implementasi reformasi  birokrasi.

(3)    Subbagian   Advokasi   Hukum   dan  Hubungan   Masyarakat   mempunyai tugas melakukan  penyiapan  bahan  koordinasi pemberian  pertimbangan hukum, advokasi hukum,  dan urusan hubungan masyarakat.

 

Pasal407

 

Bagian Keuangan  dan   Barang Milik  Negara  mempunyai  tugas melaksanakan urusan keuangan dan pengelolaan barang milik  negara.

 

Pasal 408

 

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana  dimaksud dalam Pasal  407,   Bagian

Keuangan  dan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi:

  1. a. pelaksanaan urusan perbendaharaan;
  2. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi;  dan c.     pengelolaan barang milik  negara.

 

Pasal 409

 

Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara terdiri atas:

  1. a. Subbagian Perbendaharaan;
  2. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi;  dan
  3. Subbagian  Pengelolaan Barang Milik Negara.

 

Pasal 410

 

( 1)    Subbagian   Perbendaharaan    mempunyai   tugas   melakukan   penyiapan bahan perbendaharaan, urusan tata usaha keuangan, tuntutan perbendaharaan,  dan tuntutan ganti rugi.

(2)    Subbagian   Verifikasi    dan   Akuntansi    mempunyai   tugas   melakukan verifikasi,  pembukuan,  akuntansi,  dan pelaporan keuangan.

(3)    Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan,  pemanfaatan, dan penghapusan,  serta pelaporan barang

milik  negara.

 

Pasal 411

 

Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian, pengelolaan layanan pengadaan barang/jasa, kerumahtanggaan, kearsipan, dan dokumentasi.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 103 - Pasal 412

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal 411,  Bagian

Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi:

  1. pelaksanaan urusan kepegawaian;
  2. pengelolaan layanan pengadaan barang/jasa;
  3. pelaksanaan urusan  tata  persuratan,   kearsipan  dan  dokumentasi,  dan gaji;  dan
  4. pengelolaan urusan  rumah tangga dan perlengkapan.

 

Pasal 413

 

Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas:

  1. Subbagian Kepegawaian;
  2. b. Subbagian  Layanan Pengadaan;  dan
  3. c. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga.

 

Pasal 414

 

(1)     Subbagian  Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisis  kebutuhan

 

dan  perencanaan   pegawai,    mutasi pengelolan jabatan fungsional.

 

pegawai,   pengisian   jabatan,   dan

 

 

(2)

 

Subbagian     Layanan      Pengadaan     mempunyai     tugas     melakukan penatausahaan layanan pengadaan barang/jasa.

 

(3)    Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan  tata persuratan,  kearsipan dan dokumentasi, gaji,  rumah tangga dan perlengkapan.

 

 

Bagian Keempat

Direktorat Pelayanan Kesehatan  Primer

 

Pasal 415

 

Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer mempunyai tugas melaksanakan perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma,    standar, prosedur,  dan kriteria,  dan  pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi, serta pemantauan,  evaluasi,  dan pelaporan di  bidang pelayanan kesehatan  primer sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Pasal 416

 

Dalam   melaksanakan   tugas   sebagaimana    dimaksud    dalam   Pasal   415, Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer menyelenggarakan fungsi:

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 104  -

 

  1. a. penyiapan  perumusan kebijakan  di  bidang pelayanan  kesehatan  primer meliputi upaya  kesehatan  masyarakat  dan  upaya  kesehatan  perorangan pada pusat  kesehatan  masyarakat di   semua  wilayah termasuk  daerah terpencil, perbatasan,  dan kepulauan,  serta kesehatan primer pada klinik dan praktik perorangan;
  2. penyiapan pelaksanaan  kebijakan  di  bidang pelayanan kesehatan  primer meliputi upaya  kesehatan  masyarakat  dan upaya  kesehatan  perorangan pada pusat  kesehatan  masyarakat  di   semua  wilayah termasuk  daerah terpencil, perbatasan,  dan kepulauan, serta kesehatan primer  pada klinik dan praktik perorangan;
  3. penyiapan penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di  bidang pelayanan  kesehatan  primer meliputi upaya  kesehatan  masyarakat  dan upaya kesehatan perorangan pada pusat kesehatan masyarakat di  semua wilayah termasuk   daerah  terpencil,  perbatasan,   dan  kepulauan,   serta kesehatan primer pada klinik dan praktik perorangan;
  4. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di  bidang pelayanan kesehatan   primer  meliputi  upaya   kesehatan   masyarakat   dan   upaya kesehatan   perorangan  pada  pusat   kesehatan   masyarakat   di    semua wilayah termasuk   daerah  terpencil,  perbatasan,   dan  kepulauan,   serta kesehatan  primer pada klinik dan praktik perorangan;
  5. pemantauan,  evaluasi,  dan  pelaporan  di   bidang  pelayanan  kesehatan primer  meliputi  upaya   kesehatan   masyarakat   dan   upaya   kesehatan perorangan pada pusat kesehatan masyarakat di  semua wilayah termasuk daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, serta kesehatan  primer pada klinik dan praktik perorangan; dan
  6. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

 

Pasal 417

 

Direktorat Pelayanan Kesehatan  Primer terdiri atas:

 

  1. Subdirektorat Pusat Kesehatan  Masyarakat;

 

  1. Subdirektorat Klinik;

 

  1. Subdirektorat Praktik Perorangan;

 

  1. Subbagian Tata Usaha;  dan

 

  1. Kelompok Jabatan Fungsional.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INOONESIA

-  105  - Pasal 418

Subdirektorat  Pusat Kesehatan  Masyarakat  mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan   perumusan    dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma, standar,    prosedur,    dan   kriteria,    dan   pemberian   bimbingan   teknis   dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pelayanan kesehatan pada pusat kesehatan masyarakat.

 

Pasal 419

 

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal 418, Subdirektorat Pusat Kesehatan  Masyarakat menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan  bahan  perumusan  kebijakan  di  bidang pelayanan  kesehatan dan penunjang  pelayanan kesehatan pada pusat kesehatan masyarakat di semua wilayah termasuk daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan;
  2. penyiapan bahan  pelaksanaan  kebijakan  di  bidang pelayanan kesehatan

dan penunjang pelayanan kesehatan pada pusat kesehatan masyarakat di semua wilayah termasuk daerah terpencil, perbatasan,  dan kepulauan;

  1. penyiapan bahan  penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di

bidang pelayanan  kesehatan  dan  penunjang  pelayanan  kesehatan  pada pusat kesehatan masyarakat di  semua wilayah termasuk  daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan;

  1. penyiapan  bahan  bimbingan  teknis  dan  supervisi  di   bidang  pelayanan

kesehatan  dan  penunjang  pelayanan kesehatan  pada  pusat  kesehatan masyarakat di  semua wilayah termasuk daerah terpencil, perbatasan,  dan kepulauan;  dan

  1. pemantauan, evaluasi,  dan pelaporan di  bidang pelayanan kesehatan dan

penunjang  pelayanan  kesehatan  pada  pusat  kesehatan  masyarakat  di semua wilayah termasuk daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.

 

Pasal420

 

Subdirektorat Pusat Kesehatan  Masyarakat terdiri atas:

  1. a. Seksi Pelayanan Kesehatan  Pusat Kesehatan  Masyarakat;  dan
  2. Seksi Penunjang Pelayanan Kesehatan  Pusat Kesehatan  Masyarakat.

 

Pasal 421

 

( 1)    Seksi  Pelayanan   Kesehatan   Pusat  Kesehatan   Masyarakat   mempunyai tugas   melakukan    penyiapan    bahan   perumusan    dan   pelaksanaan kebijakan,   penyusunan  norma,   standar,   prosedur,   dan  kriteria,   dan pemberian bimbingan teknis dan  supervisi, serta  pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di  bidang pelayanan kesehatan pada pusat kesehatan masyarakat di  semua wilayah termasuk daerah terpencil, perbatasan,  dan

kepulauan.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDOtifESIA

- 106 -

 

(2)    Seksi  Penunjang   Pelayanan   Kesehatan   Pusat  Kesehatan   Masyarakat mempunyai  tugas  melakukan  penyiapan  bahan  perumusan  dan pelaksanaan   kebijakan,   penyusunan   norma,    standar,    prosedur,   dan kriteria,     dan    pemberian    bimbingan    teknis    dan    supervisi,    serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang penunjang pelayanan kesehatan pada pusat kesehatan masyarakat di  semua wilayah termasuk daerah terpencil, perbatasan,  dan kepulauan.

 

Pasal422

 

Subdirektorat  Klinik mempunyai tugas  melaksanakan  penyiapan  perumusan dan  pelaksanaan   kebijakan,   penyusunan  norma,   standar,   prosedur,   dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis  dan  supervisi, serta  pemantauan, evaluasi, dan pelaporan  di bidang pelayanan kesehatan pada klinik.

 

Pasal 423

 

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal 422, Subdirektorat Klinik menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan  bahan  perumusan  kebijakan   di  bidang pelayanan  kesehatan dan penunjang pelayanan kesehatan pada klinik;
  2. penyiapan bahan  pelaksanaan  kebijakan  di  bidang pelayanan kesehatan dan penunjang pelayanan kesehatan pada klinik;
  3. penyiapan bahan penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di

bidang pelayanan  kesehatan  dan  penunjang  pelayanan  kesehatan  pada klinik;

  1. penyiapan  bahan  bimbingan  teknis  dan  supervisi  di   bidang  pelayanan

kesehatan dan penunjang pelayanan kesehatan pada klinik;  dan

  1. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di  bidang pelayanan kesehatan dan penunjang pelayanan kesehatan pada klinik.

 

Pasal424

 

Subdirektorat Klinik terdiri atas:

  1. Seksi Pelayanan Kesehatan  Klinik;  dan
  2. Seksi Penunjang Pelayanan Kesehatan  Klinik.

 

Pasal 425

 

( 1)    Seksi    Pelayanan     Kesehatan     Klinik    mempunyai    tugas    melakukan penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan  supervisi,  serta  pemantauan,   evaluasi,  dan   pelaporan  di   bidang pelayanan kesehatan klinik.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 107  -

 

(2)    Seksi    Penunjang     Pelayanan    Kesehatan     Klinik    mempunyai     tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan   norma,  standar,   prosedur,   dan  kriteria,   dan  pemberian bimbingan   teknis   dan   supervisi,    serta  pemantauan,   evaluasi,    dan pelaporan di bidang penunjang pelayanan kesehatan klinik.

 

Pasal 426

 

Subdirektorat Praktik Perorangan mempunyai tugas melaksanakan  penyiapan perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma,    standar, prosedur,  dan kriteria,  dan  pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi,  serta pemantauan,  evaluasi,   dan  pelaporan  di  bidang pelayanan  kesehatan  pada

praktik perorangan.

 

Pasal427

 

Dalam    melaksanakan    tugas   sebagaimana   dimaksud   dalam   Pasal   426, Subdirektorat Praktik Perorangan menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan bahan  perumusan  kebijakan  di  bidang pelayanan  medis dan non medis pada praktik perorangan;
  2. b. penyiapan bahan  pelaksanaan  kebijakan  di  bidang pelayanan  medis dan non medis pada praktik perorangan;
  3. penyiapan bahan  penyusunan  norma,   standar,  prosedur,  dan kriteria  di

 

bidang pelayanan medis dan non medis pada praktik perorangan;

 

  1. penyiapan  bahan  bimbingan teknis  dan  supervisi di   bidang  pelayanan medis dan non medis pada praktik perorangan;  dan
  2. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di  bidang pelayanan medis dan non medis pada praktik perorangan.

 

Pasal428

 

Subdirektorat Praktik Perorangan terdiri atas:

 

  1. Seksi Pelayanan  Medis;  dan b.     Seksi Pelayanan Non  Medis.

 

Pasal429

 

( 1)    Seksi  Pelayanan  Medis  mempunyai  tugas  melakukan  penyiapan  bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,  dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan  supervisi, serta pemantauan, evaluasi,  dan pelaporan di bidang pelayanan medis.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 108  -

 

(2)    Seksi  Pelayanan   Non  Medis   mempunyai  tugas  melakukan   penyiapan bahan   perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma, standar,   prosedur,   dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan supervisi,  serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan  di  bidang pelayanan

non medis.

 

Pasal 430

 

Subbagian  Tata Usaha  mempunyai tugas melakukan  koordinasi penyusunan rencana,   program,  dan  anggaran,  pengelolaan keuangan  dan  barang  milik negara,  evaluasi dan pelaporan, urusan  kepegawaian, tata laksana,  kearsipan, dan tata persuratan, serta kerumahtanggaan Direktorat.

 

 

Bagian Kelima

Direktorat Pelayanan Kesehatan  Rujukan

 

Pasal 431

 

Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan mempunyai tugas melaksanakan perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma,    standar, prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di  bidang pelayanan kesehatan  rujukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Pasal 432

 

Dalam   melaksanakan   tugas   sebagaimana    dimaksud   dalam    Pasal   431, Direktorat Pelayanan Kesehatan  Rujukan  menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan   perumusan    kebijakan    di    bidang   pelayanan    medik   dan

keperawatan, penunjang, gawat darurat  terpadu,  dan pengelolaan rujukan dan pemantauan rumah sakit,  serta rumah sakit pendidikan;

  1. penyiapan   pelaksanaan    kebijakan    di    bidang   pelayanan   medik   dan keperawatan, penunjang, gawat darurat  terpadu, dan pengelolaan rujukan dan pemantauan rumah sakit,  serta rumah sakit pendidikan;
  2. penyiapan penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di  bidang pelayanan  medik dan   keperawatan,  penunjang,  gawat darurat  terpadu, dan pengelolaan rujukan dan pemantauan rumah sakit, serta rumah sakit pendidikan;
  3. penyiapan  pemberian  bimbingan teknis dan supervisi di  bidang pelayanan

medik  dan      keperawatan,   penunjang,    gawat  darurat   terpadu,    dan pengelolaan rujukan dan pemantauan rumah sakit, serta rumah sakit pendidikan;

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INOONESIA

-  109  -

 

  1. pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di bidang pelayanan medik dan keperawatan, penunjang,  gawat darurat terpadu, dan pengelolaan rujukan dan pemantauan rumah sakit,  serta rumah sakit pendidikan;  dan
  2. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

 

Pasal 433

 

Direktorat Pelayanan Kesehatan  Rujukan  terdiri atas: a.      Subdirektorat Pelayanan Medik dan Keperawatan; b.     Subdirektorat Pelayanan Penunjang;

  1. Subdirektorat  Pelayanan Gawat Darurat Terpadu;
  2. Subdirektorat Pengelolaan Rujukan dan Pemantauan Rumah Sakit;
  3. Subdirektorat Rumah Sakit Pendidikan;
  4. f. Subbagian Tata Usaha;  dan
  5. Kelompok Jabatan Fungsional.

 

Pasal 434

 

Subdirektorat  Pelayanan  Medik  dan Keperawatan  mempunyai  tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi di bidang pelayanan medik dan keperawatan.

 

Pasal435

 

Dalam   melaksanakan   tugas   sebagaimana    dimaksud   dalam    Pasal   434, Subdirektorat Pelayanan Medik dan Keperawatan  menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan bahan  perumusan  kebijakan  di  bidang rawat jalan  dan gawat darurat dan rawat inap,  intensif,  dan bedah;
  2. penyiapan bahan  pelaksanaan  kebijakan  di  bidang rawat jalan  dan gawat

darurat dan rawat inap,  intensif,  dan bedah;

  1. penyiapan  bahan penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang rawat jalan dan gawat darurat  dan rawat inap,  intensif,  dan bedah; dan
  2. penyiapan  bahan  bimbingan teknis  dan  supervisi di  bidang rawat jalan

dan gawat darurat dan rawat inap,  intensif,  dan bedah.

 

Pasal 436

 

Subdirektorat Pelayanan Medik dan Keperawatan  terdiri atas:

  1. Seksi Rawat Jalan  dan Gawat Darurat;  dan b.     Seksi Rawat lnap,  lntensif,  dan Bedah.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

-  110 -

 

Pasal 437

 

(1)    Seksi  Rawat  Jalan   dan  Gawat  Darurat  mempunyai  tugas  melakukan penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang rawat jalan dan gawat darurat.

(2)    Seksi  Rawat  Inap,   Intensif,   dan  Bedah  mempunyai   tugas  melakukan penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi di bidang rawat inap,  intensif,  dan bedah.

 

Pasal438

 

Subdirektorat     Pelayanan    Penunjang     mempunyai    tugas    melaksanakan penyiapan   perumusan    dan   pelaksanaan    kebijakan,    penyusunan   norma, standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi

di bidang pelayanan penunjang.

 

Pasal439

 

Dalam    melaksanakan   tugas   sebagaimana    dimaksud   dalam    Pasal   438, Subdirektorat Pelayanan Penunjang menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan  bahan  perumusan  kebijakan  di  bidang pelayanan  penunjang

medik  dan non medik;

  1. penyiapan bahan  pelaksanaan  kebijakan  di  bidang pelayanan penunjang medik dan non medik;
  2. penyiapan bahan  penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di

bidang pelayanan penunjang medik dan non medik;  dan

  1. d. penyiapan  bahan  bimbingan  teknis  dan  supervisi  di  bidang  pelayanan penunjang medik dan non medik.

 

Pasal440

 

Subdirektorat Pelayanan Penunjang terdiri atas:

  1. Seksi Pelayanan  Penunjang Medik;  dan b.     Seksi Pelayanan Penunjang Non Medik.

 

Pasal 441

 

( 1)    Seksi    Pelayanan     Penunjang    Medik     mempunyai    tugas    melakukan penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur, dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pelayanan penunjang medik.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

-  111  -

 

(2)    Seksi  Pelayanan   Penunjang   Non   Medik   mempunyai   tugas  melakukan penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pelayanan penunjang non medik.

 

Pasal442

 

Subdirektorat  Pelayanan  Gawat  Darurat  Terpadu  mempunyai  tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi di bidang pelayanan gawat darurat  terpadu.

 

Pasal443

 

Dalam  melaksanakan  tugas sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal 442, Subdirektorat Pelayanan Gawat Darurat Terpadu menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan   bahan   perumusan   kebijakan   di    bidang   pelayanan   gawat darurat terpadu pra rumah sakit dan antar rumah sakit;
  2. penyiapan  bahan   pelaksanaan   kebijakan   di   bidang  pelayanan  gawat

darurat terpadu pra rumah sakit dan antar rumah sakit;

  1. penyiapan bahan  penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang  pelayanan  gawat  darurat   terpadu  pra  rumah  sakit  dan  antar rumah sakit;  dan
  2. penyiapan  bahan  bimbingan  teknis  dan  supervisi  di   bidang  pelayanan

gawat darurat  terpadu.

 

Pasal 444

 

Subdirektorat Pelayanan Gawat Darurat Terpadu terdiri atas:

  1.  Seksi Pra Rumah Sakit;  dan b.     Seksi Antar Rumah Sakit.

 

Pasal 445

 

(1)    Seksi  Pra  Rumah  Sakit  mempunyai tugas  melakukan  penyiapan  bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan  supervisi di bidang pelayanan gawat darurat terpadu pra rumah sakit.

(2)     Seksi Antar  Rumah Sakit  mempunyai tugas melakukan  penyiapan  bahan

perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan  supervisi di bidang pelayanan gawat darurat terpadu antar rumah sakit.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 112  -

 

Pasa1446

 

Subdirektorat Pengelolaan Rujukan dan Pemantauan Rumah Sakit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengelolaan rujukan dan pemantauan rumah sakit.

 

Pasal 447

 

Dalam  melaksanakan  tugas sebagaimana dimaksud dalam  Pasal 446, Subdirektorat Pengelolaan Rujukan dan Pemantauan Rumah Sakit menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan bahan  perumusan  kebijakan  di  bidang pengelolaan pelayanan rujukan dan pemantauan dan evaluasi rumah  sakit;
  2. penyiapan bahan pelaksanaan  kebijakan di bidang pengelolaan pelayanan rujukan dan pemantauan dan evaluasi rumah  sakit;
  3. penyiapan bahan  penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan  kriteria di

bidang  pengelolaan  pelayanan  rujukan  dan  pemantauan  dan  evaluasi rumah sakit;

  1. penyiapan bahan  bimbingan teknis dan  supervisi di  bidang pengelolaan

pelayanan rujukan dan pemantauan dan evaluasi rumah sakit;  dan

  1. pemantauan,  evaluasi,  dan  pelaporan  di  bidang  pengelolaan  pelayanan rujukan dan pemantauan dan evaluasi rumah  sakit.

 

Pasal 448

 

Subdirektorat Pengelolaan Rujukan dan Pemantauan Rumah Sakit terdiri atas:

  1. a. Seksi  Pengelolaan Pelayanan Rujukan;  dan
  2. Seksi Pemantauan  dan Evaluasi Rumah Sakit.

 

Pasal449

 

(1)    Seksi   Pengelolaan   Pelayanan   Rujukan   mempunyai   tugas   melakukan penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengelolaan pelayanan rujukan.

(2)    Seksi   Pemantauan    dan   Evaluasi   Rumah   Sakit    mempunyai   tugas

melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan  norma,   standar,   prosedur,   dan  kriteria,   dan  pemberian bimbingan   teknis   dan   supervisi,   serta   pemantauan,    evaluasi,   dan pelaporan di bidang pemantauan dan evaluasi rumah sakit.

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 113  - Pasal 450

Subdirektorat    Rumah   Sakit    Pendidikan  mempunyai   tugas   melaksanakan

penyiapan   perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma, standar,    prosedur,   dan   kriteria,    dan   pemberian   bimbingan   teknis   dan supervisi,   serta pemantauan,  evaluasi, dan  pelaporan  di  bidang rumah  sakit

pendidikan.

 

Pasal 451

Dalam   melaksanakan   tugas   sebagaimana    dimaksud   dalam    Pasal   450, Subdirektorat Rumah  Sakit Pendidikan menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan bahan  perumusan   kebijakan  di  bidang jejaring  rumah  sakit pendidikan dan pemantauan  dan evaluasi rumah sakit pendidikan;
  2. penyiapan bahan  pelaksanaan  kebijakan  di  bidang jejaring  rumah sakit pendidikan dan pemantauan dan evaluasi  rumah sakit pendidikan;
  3. penyiapan bahan  penyusunan  norma,   standar,   prosedur,  dan di  bidang

jejaring  rumah  sakit  pendidikan dan  pemantauan  dan  evaluasi  rumah sakit pendidikan;

  1. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi di  bidang jejaring rumah sakit  pendidikan dan pemantauan  dan evaluasi rumah  sakit  pendidikan; dan
  2. pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  di   bidang  jejaring   rumah  sakit

pendidikan dan pemantauan dan evaluasi rumah sakit pendidikan.

 

Pasal 452

 

Subdirektorat Rumah  Sakit Pendidikan terdiri atas:

  1. a. Seksi Jejaring Rumah Sakit Pendidikan; dan
  2. b. Seksi Pemantauan  dan Evaluasi Rumah  Sakit Pendidikan.

 

Pasal 453

 

(1)   Seksi Jejaring Rumah Sakit Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan  bahan  perumusan  dan  pelaksanaan  kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur, dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidangjejaring rumah sakit pendidikan.

(2)    Seksi  Pemantauan  dan  Evaluasi  Rumah  Sakit  Pendidikan  mempunyai tugas   melakukan    penyiapan    bahan   perumusan    dan   pelaksanaan kebijakan,   penyusunan  norma,   standar,   prosedur,   dan  kriteria,   dan pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan   pelaporan   di    bidang   pemantauan   dan   evaluasi   rumah   sakit

pendidikan.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 114  - Pasal454

Subbagian Tata Usaha  mempunyai  tugas melakukan  koordinasi penyusunan

rencana,   program,  dan  anggaran,  pengelolaan keuangan  dan  barang  milik negara,  evaluasi  dan pelaporan, urusan  kepegawaian, tata laksana,  kearsipan, dan tata persuratan,  serta kerumahtanggaan Direktorat.

 

 

Bagian Keenam

Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional

 

 

Pasal 455

 

Direktorat  Pelayanan Kesehatan Tradisional mempunyai tugas  melaksanakan perumusan   dan   pelaksanaan    kebijakan,    penyusunan   norma,    standar, prosedur,  dan kriteria,  dan  pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi, serta pemantauan,    evaluasi,   dan   pelaporan   di    bidang   pelayanan   kesehatan tradisional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Pasal456

 

Dalam   melaksanakan   tugas   sebagaimana    dimaksud   dalam    Pasal    455, Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan    perumusan     kebijakan     di     bidang   pelayanan    kesehatan tradisional empiris, komplementer,  dan integrasi;
  2. penyiapan     pelaksanaan   kebijakan     di    bidang   pelayanan   kesehatan

tradisional empiris, komplementer,  dan integrasi;

  1. penyiapan penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di  bidang pelayanan kesehatan tradisional empiris, komplementer, dan integrasi;
  2. penyiapan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi di  bidang pelayanan kesehatan  tradisional  empiris, komplementer,  dan integrasi;
  3. pemantauan  evaluasi,    dan  pelaporan  di   bidang  pelayanan  kesehatan tradisional empiris, komplementer,  dan integrasi;  dan
  4. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

 

Pasa1457

 

Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional terdiri atas:

  1. Subdirektorat Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris;
  2. Subdirektorat Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer;
  3. Subdirektorat Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi;

 

  1. d. Subbagian Tata U saha;  dan
  2. Kelompok Jabatan Fungsional.

 

 

 

 

  • ···---------------------------------------------

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

-  115  - Pasal458

Subdirektorat   Pelayanan  Kesehatan   Tradisional  Empiris  mempunyai  tugas

melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur, dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi,  serta  pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  di   bidang  pelayanan

kesehatan tradisional  empiris.

 

Pasal 459

 

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal 458, Subdirektorat   Pelayanan  Kesehatan   Tradisional  Empiris  menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan bahan  perumusan  kebijakan  di  bidang pelayanan  kesehatan penyehat tradisional dan asuhan mandiri;
  2. penyiapan bahan  pelaksanaan  kebijakan  di  bidang pelayanan kesehatan penyehat tradisional  dan asuhan mandiri;
  3. penyiapan bahan penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang pelayanan kesehatan penyehat tradisional dan asuhan mandiri;
  4. penyiapan  bahan  bimbingan  teknis  dan  supervisi  di   bidang  pelayanan kesehatan penyehat tradisional dan asuhan mandiri;  dan
  5. pemantauan,  evaluasi,  dan  pelaporan  di   bidang  pelayanan  kesehatan penyehat tradisional dan asuhan mandiri.

 

Pasal 460

 

Subdirektorat Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris terdiri atas:

  1. Seksi Pelayanan Kesehatan  Penyehat Tradisional;  dan b.     Seksi Pelayanan Kesehatan Asuhan  Mandiri.

 

Pasal  461

 

(1)    Seksi   Pelayanan   Kesehatan    Penyehat   Tradisional   mempunyai   tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan  norma,   standar,   prosedur,  dan  kriteria,   dan  pemberian bimbingan   teknis   dan   supervisi,   serta   pemantauan,    evaluasi,   dan pelaporan di bidang pelayanan kesehatan penyehat tradisional.

(2)     Seksi Pelayanan Kesehatan  Asuhan  Mandiri  mempunyai  tugas melakukan

penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan  supervisi,  serta   pemantauan,   evaluasi,   dan   pelaporan   di   bidang pelayanan kesehatan asuhan mandiri.

 

 

MENTERI KESEHATAN

REPUBLIK INDONESIA

- 116  -

 

Pasal 462

 

Subdirektorat   Pelayanan  Kesehatan   Tradisional   Komplementer   mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi,   serta  pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  di  bidang

pelayanan kesehatan tradisional komplementer.

 

 

Pasal463

 

 

Dalam   melaksanakan   tugas

 

Subdirektorat          Pelayanan

 

se bagaimana

 

Kesehatan

 

dimaksud   dalam    Pasal   462, Tradisional        Komplementer

menyelenggarakan fungsi:

 

  1. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pelayanan kesehatan tradisional komplementer mandiri dan berkelompok;
  2. b. penyiapan  bahan pelaksanaan kebijakan  di  bidang pelayanan  kesehatan tradisional komplementer mandiri dan berkelompok;
  3. penyiapan  bahan penyusunan norma,  standar,  prosedur, dan kriteria  di

 

bidang pelayanan kesehatan komplementer mandiri dan berkelompok;

 

  1. penyiapan  bahan  bimbingan  teknis  dan  supervisi  di   bidang  pelayanan kesehatan tradisional komplementer mandiri dan berkelompok;  dan
  2. pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di bidang pelayanan kesehatan komplementer mandiri  dan berkelompok.

 

Pasal464

 

Subdirektorat Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer terdiri atas:

 

  1. Seksi Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer Mandiri;  dan b.     Seksi Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer Berkelompok.

 

Pasal465

 

( 1)     Seksi Pelayanan  Kesehatan Tradisional Komplementer Mandiri mempunyai tugas   melakukan    penyiapan    bahan   perumusan    dan   pelaksanaan kebijakan,   penyusunan  norma,   standar,   prosedur,  dan  kriteria,   dan pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di  bidang pelayanan kesehatan  tradisional  komplementer

mandiri.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

-  117  -

 

(2)  Seksi Pelayanan  Kesehatan  Tradisional Komplementer  Berkelompok mempunyai  tugas  melakukan  penyiapan  bahan  perumusan  dan pelaksanaan   kebijakan,   penyusunan   norma,    standar,    prosedur,   dan kriteria,     dan    pemberian    bimbingan   teknis    dan    supervtsi,    serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pelayanan kesehatan tradisional  komplementer berkelompok.

 

Pasal 466

 

Subdirektorat Pelayanan Kesehatan Tradisional lntegrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur, dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi,   serta  pemantauan,  evaluasi,   dan  pelaporan  di   bidang  pelayanan

kesehatan tradisional  integrasi.

 

Pasal 467

 

Dalam melaksanakan  tugas sebagaimana  dimaksud dalam Pasal  466, Subdirektorat Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan   bahan  perumusan  kebijakan  di  bidang pelayanan  kesehatan

tradisional integrasi  pada fasilitas pelayanan kesehatan  tingkat  pertama dan lanjutan;

  1. penyiapan bahan  pelaksanaan  kebijakan  di  bidang pelayanan  kesehatan

tradisional integrasi  pada  fasilitas pelayanan  kesehatan  tingkat  pertama dan lanjutan;

  1. penyiapan bahan  penyusunan  norma,   standar,  prosedur,  dan  kriteria di

bidang pelayanan kesehatan  tradisional  integrasi  pada fasilitas pelayanan kesehatan  tingkat pertama dan lanjutan;

  1. penyiapan  bahan  bimbingan  teknis  dan  supervisi  di   bidang  pelayanan

kesehatan tradisional  integrasi  pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dan lanjutan;  dan

  1. pemantauan,  evaluasi,   dan  pelaporan  di   bidang  pelayanan  kesehatan

tradisional integrasi  pada  fasilitas pelayanan  kesehatan  tingkat  pertama dan lanjutan.

 

Pasal 468

 

Subdirektorat Pelayanan Kesehatan Tradisional  Integrasi  terdiri atas:

  1. a. Seksi  Pelayanan  Kesehatan  Tradisional  Integrasi   di  Fasilitas  Kesehatan

Tingkat Pertama;  dan

  1. Seksi  Pelayanan  Kesehatan  Tradisional  Integrasi   di   Fasilitas  Kesehatan

 

Tingkat Lanjutan.

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 118  - Pasal 469

(1)     Seksi  Pelayanan  Kesehatan  Tradisional  lntegrasi   di   Fasilitas  Kesehatan

 

Tingkat   Pertama    mempunyai    tugas    melakukan    penyiapan    bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,  dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan  supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pelayanan kesehatan tradisional integrasi di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

(2)    Seksi  Pelayanan  Kesehatan  Tradisional  Integrasi  di   Fasilitas  Kesehatan Tingkat   Lanjutan    mempunyai    tugas   melakukan    penyiapan    bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,  dan kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan  supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pelayanan kesehatan tradisional integrasi di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjutan.

 

Pasal 470

 

Subbagian Tata  Usaha  mempunyai tugas  melakukan  koordinasi penyusunan rencana,   program,  dan  anggaran,  pengelolaan keuangan  dan  barang  milik negara,  evaluasi  dan pelaporan, urusan  kepegawaian, tata laksana,  kearsipan, dan tata persuratan, serta kerumahtanggaan Direktorat.

 

 

Bagian Ketujuh

Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan

 

 

Pasal 471

 

Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma,    standar, prosedur,  dan kriteria,  dan  pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di  bidang fasilitas pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Pasal 472

 

Dalam   melaksanakan   tugas   sebagaimana    dimaksud   dalam    Pasal   4 71, Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan perumusan  kebijakan  di  bidang fasilitas pelayanan kesehatan

 

primer,  rujukan,  dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya;

  1. penyiapan pelaksanaan  kebijakan di  bidang fasilitas pelayanan kesehatan primer,  rujukan,  dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya;

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 119  -

 

  1. penyiapan penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di  bidang fasilitas pelayanan  kesehatan  primer,   rujukan,  dan  fasilitas  pelayanan kesehatan lainnya;
  2. penyiapan pemberian  bimbingan teknis dan  supervisi di  bidang fasilitas pelayanan kesehatan  primer,  rujukan,  dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya;
  3. pemantauan,    evaluasi,   dan   pelaporan   di    bidang   fasilitas   pelayanan kesehatan  primer,  rujukan,  dan  fasilitas  pelayanan  kesehatan  lainnya; dan
  4. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

 

Pasal 473

 

Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdiri atas:

  1. a. Subdirektorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan  Primer;
  2. Subdirektorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan  Rujukan; c.      Subdirektorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan  Lainnya; d.      Subbagian Tata Usaha;  dan
  3. Kelompok Jabatan Fungsional.

 

Pasal474

 

Subdirektorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur, dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan pada fasilitas pelayanan

kesehatan  primer.

Pasal 475

 

Dalam   melaksanakan   tugas   sebagaimana    dimaksud   dalam    Pasal   474, Subdirektorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan  Primer menyelenggarakan fungsi: a.      penyiapan bahan  perumusan  kebijakan  di  bidang sarana,  prasarana,  dan

peralatan pada fasilitas  pelayanan kesehatan  primer;

  1. penyiapan bahan pelaksanaan  kebijakan  di bidang sarana,  prasarana,  dan peralatan  pada fasilitas pelayanan kesehatan primer;
  2. penyiapan bahan  penyusunan  norma,   standar,  prosedur,  dan kriteria  di

bidang   sarana,    prasarana,    dan   peralatan   pada   fasilitas   pelayanan kesehatan primer;

  1. penyiapan  bahan   bimbingan  teknis  dan   supervisi  di   bidang  sarana,

prasarana,  dan peralatan pada fasilitas pelayanan kesehatan  primer;  dan

 

 

MENTERI  KESEHATAN

REPUBLIK INOONESIA

-  120  -

 

  1. pemantauan,  evaluasi, dan  pelaporan di  bidang sarana,   prasarana,  dan peralatan pada fasilitas pelayanan kesehatan  primer.

 

Pasal476

 

Subdirektorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan  Primer terdiri atas:

  1. a. Seksi Sarana dan Prasarana; dan      Seksi Peralatan.

Pasa1477

( 1)    Seksi  Sarana  dan  Prasarana   mempunyai  tugas  melakukan   penyiapan bahan   perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma, standar,   prosedur,   dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan supervisi, serta  pemantauan,   evaluasi, dan  pelaporan  di  bidang  sarana dan prasarana pada fasilitas pelayanan kesehatan primer.

(2)    Seksi    Peralatan     mempunyai     tugas    melakukan    penyiapan     bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,  dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan  supervisi, serta  pemantauan,   evaluasi,   dan  pelaporan  di   bidang  peralatan   pada fasilitas pelayanan kesehatan primer.

 

Pasal 478

 

Subdirektorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan  pada fasilitas pelayanan

kesehatan  rujukan.

Pasal 479

 

Dalam melaksanakan  tugas sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal 478, Subdirektorat   Fasilitas   Pelayanan   Kesehatan   Rujukan    menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan bahan  perumusan  kebijakan  di  bidang sarana,  prasarana,  dan

peralatan  pada fasilitas pelayanan kesehatan rujukan;

  1. penyiapan bahan pelaksanaan  kebijakan  di bidang sarana,  prasarana,  dan peralatan  pada fasilitas pelayanan kesehatan rujukan;
  2. penyiapan bahan penyusunan norma,   standar,  prosedur,  dan kriteria  di

bidang   sarana,    prasarana,    dan   peralatan    pada   fasilitas   pelayanan kesehatan rujukan;

  1. penyiapan  bahan   bimbingan  teknis  dan   supervisi  di   bidang  sarana,

prasarana,  dan peralatan pada fasilitas pelayanan kesehatan  rujukan;  dan

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

-  121  -

 

  1. pemantauan,  evaluasi,  dan  pelaporan di  bidang  sarana,  prasarana,  dan peralatan pada fasilitas pelayanan kesehatan rujukan.

 

Pasal480

 

Subdirektorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan terdiri atas:

  1. Seksi  Sarana dan Prasarana;  dan b.     Seksi  Peralatan.

 

Pasal 481

 

(1)    Seksi   Sarana  dan  Prasarana  mempunyai tugas  melakukan  penyiapan bahan   perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,   penyusunan   norma, standar, prosedur, dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta  pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  di  bidang  sarana dan prasarana pada fasilitas pelayanan kesehatan rujukan.

(2)    Seksi    Peralatan     mempunyai     tugas    melakukan    penyiapan    bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,  dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan teknis  dan  supervisi, serta  pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  di   bidang  peralatan  pada fasilitas pelayanan kesehatan rujukan.

 

Pasal 482

 

Subdirektorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan pada fasilitas pelayanan

kesehatan lainnya.

 

Pasal 483

 

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam  Pasal 482, Subdirektorat   Fasilitas   Pelayanan   Kesehatan    Lainnya    menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan bahan  perumusan  kebijakan  di bidang sarana,  prasarana,  dan

peralatan pada fasilitas pelayanan kesehatan lainnya;

  1. penyiapan bahan pelaksanaan  kebijakan  di bidang sarana,  prasarana,  dan peralatan pada fasilitas pelayanan kesehatan lainnya;
  2. penyiapan  bahan penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di

bidang   sarana,    prasarana,    dan   peralatan    pada   fasilitas   pelayanan kesehatan lainnya;

 

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 122  -

 

  1. penyiapan  bahan   bimbingan  teknis  dan   supervisi  di   bidang  sarana, prasarana,  dan peralatan  pada fasilitas pelayanan kesehatan  lainnya;  dan
  2. pemantauan,  evaluasi, dan  pelaporan di  bidang  sarana,   prasarana,  dan

peralatan  pada fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

 

Pasal484

 

Subdirektorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan  Lainnya terdiri atas:

 

  1. Seksi Sarana dan Prasarana;  dan b.     Seksi Peralatan.

 

Pasal 485

 

( 1)    Seksi  Sarana  dan  Prasarana   mempunyai  tugas  melakukan   penyiapan bahan   perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma, standar, prosedur, dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta  pemantauan,   evaluasi, dan  pelaporan  di  bidang sarana dan prasarana pada fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

(2)    Seksi    Peralatan     mempunyai    tugas    melakukan    penyiapan     bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,  dan  kriteria,  dan  pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi, serta  pemantauan,   evaluasi,   dan  pelaporan  di   bidang  peralatan  pada fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

 

Pasal486

 

Subbagian Tata Usaha  mempunyai tugas melakukan  koordinasi penyusunan rencana,   program,  dan  anggaran,  pengelolaan keuangan  dan  barang  milik negara,  evaluasi dan pelaporan, urusan  kepegawaian, tata laksana,  kearsipan, dan tata persuratan, serta kerumahtanggaan Direktorat.

 

 

Bagian Kedelapan

 

Direktorat Mutu  dan Akreditasi  Pelayanan Kesehatan

 

Pasal 487

 

Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan perumusan  dan  pelaksanaan  kebijakan,  penyusunan  norma, standar,   prosedur,  dan  kriteria,   dan   pemberian  bimbingan   teknis,   serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang mutu dan akreditasi pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 123 -

 

Pasal 488

Dalam   melaksanakan   tugas   sebagaimana   dimaksud    dalam   Pasal   487, Direktorat   Mutu   dan    Akreditasi   Pelayanan   Kesehatan   menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan  perumusan kebijakan  di bidang mutu dan akreditasi pelayanan kesehatan primer,  rujukan,  dan pelayanan kesehatan lainnya;
  2. penyiapan   pelaksanaan    kebijakan    di    bidang   mutu   dan   akreditasi pelayanan kesehatan primer, rujukan,  dan pelayanan kesehatan lainnya;
  3. penyiapan penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di  bidang

mutu dan akreditasi pelayanan kesehatan primer,  rujukan,  dan pelayanan kesehatan lainnya;

  1. penyiapan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi di bidang mutu dan

akreditasi    pelayanan    kesehatan     pnmer,     rujukan,     dan    pelayanan kesehatan lainnya;

  1. pemantauan,  evaluasi,   dan  pelaporan  di   bidang  mutu  dan  akreditasi pelayanan kesehatan  primer, rujukan,  dan pelayanan kesehatan lainnya; dan
  2. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

 

Pasal 489

 

Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan terdiri atas:

 

  1. Subdirektorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Primer;
  2. Subdirektorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Rujukan; c.     Subdirektorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Lainnya; d.     Subbagian Tata U saha;  dan
  3. Kelompok Jabatan Fungsional.

 

Pasal 490

 

Subdirektorat  Mutu  dan Akreditasi  Pelayanan  Kesehatan  Primer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi,  serta  pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  di  bidang mutu dan akreditasi pelayanan kesehatan primer.

 

Pasal 491

 

Dalam   melaksanakan   tugas   sebagaimana   dimaksud   dalam   Pasal   490, Subdirektorat  Mutu  dan Akreditasi  Pelayanan Kesehatan  Primer menyelenggarakan fungsi:

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 124  -

 

  1. a. penyiapan  bahan  perumusan  kebijakan   di  bidang mutu  dan  akreditasi pelayanan kesehatan primer;
  2. penyiapan bahan  pelaksanaan  kebijakan  di  bidang mutu  dan akreditasi pelayanan kesehatan primer;
  3. penyiapan bahan  penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang mutu dan akreditasi pelayanan kesehatan primer;
  4. penyiapan   bahan  bimbingan  teknis  dan  supervisi  di   bidang mutu  dan akreditasi pelayanan kesehatan primer;  dan
  5. pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  di   bidang  mutu  dan  akreditasi

pelayanan kesehatan primer.

 

Pasal492

 

Subdirektorat Mutu  dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan  Primer terdiri atas:

  1. a. Seksi Mutu Pelayanan;  dan      Seksi Akreditasi  Pelayanan.

Pasal 493

 

(1)   Seksi Mutu Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,  dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan  supervisi, serta  pemantauan,  evaluasi,  dan  pelaporan  di   bidang mutu  pelayanan kesehatan primer.

(2)    Seksi   Akreditasi   Pelayanan   mempunyai  tugas   melakukan   penyiapan bahan  perumusan   dan  pelaksanaan  kebijakan,    penyusunan   norma, standar,  prosedur,   dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di  bidang akreditasi

pelayanan kesehatan primer.

 

Pasal 494

 

Subdirektorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Rujukan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi,  serta  pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  di  bidang mutu dan akreditasi pelayanan kesehatan rujukan.

 

Pasal 495

 

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana  dimaksud  dalam Pasal 494, Subdirektorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Rujukan menyelenggarakan fungsi:

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 125  -

 

  1. a. penyiapan  bahan  perumusan   kebijakan   di  bidang mutu  dan  akreditasi pelayanan kesehatan rujukan;
  2. penyiapan bahan  pelaksanaan  kebijakan  di  bidang mutu  dan akreditasi pelayanan kesehatan rujukan;
  3. penyiapan bahan  penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang mutu dan akreditasi pelayanan kesehatan rujukan;
  4. penyiapan  bahan  bimbingan  teknis  dan  supervisi  di   bidang mutu  dan akreditasi pelayanan kesehatan rujukan;  dan
  5. pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  di   bidang  mutu  dan  akreditasi

pelayanan kesehatan rujukan.

 

Pasal 496

 

Subdirektorat Mutu  dan Akreditasi  Pelayanan Kesehatan  Rujukan  terdiri atas:

  1. a. Seksi Mutu  Pelayanan; dan      Seksi Akreditasi  Pelayanan.

Pasal 497

 

(1)    Seksi    Mutu    Pelayanan    mempunyai    tugas    melakukan    melakukan penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di  bidang mutu pelayanan kesehatan rujukan.

(2)     Seksi   Akreditasi    Pelayanan   mempunyai    tugas   melakukan   penyiapan

bahan   perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma, standar, prosedur, dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan  di  bidang akreditasi

pelayanan kesehatan rujukan.

 

Pasal 498

 

Subdirektorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan  Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi,  serta  pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  di  bidang mutu dan akreditasi pelayanan kesehatan lainnya.

 

Pasal 499

 

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal 498, Subdirektorat  Mutu  dan Akreditasi  Pelayanan Kesehatan  Lainnya menyelenggarakan fungsi:

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INOONESIA

- 126 -

 

  1. penyrapan bahan  perumusan  kebijakan  di  bidang mutu  dan  akreditasi pelayanan kesehatan lainnya;
  2. penyiapan bahan  pelaksanaan  kebijakan  di  bidang mutu  dan akreditasi pelayanan kesehatan lainnya;
  3. c. penyiapan bahan  penyusunan  norma, standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang mutu dan akreditasi pelayanan kesehatan lainnya;
  4. d. penyiapan  bahan  bimbingan teknis  dan  supervisi  di   bidang mutu  dan akreditasi pelayanan kesehatan lainnya;  dan
  5. e. pemantauan,  evaluasi,  dan  pelaporan  di   bidang  mutu  dan  akreditasi pelayanan kesehatan lainnya.

 

Pasal 500

 

Subdirektorat Mutu  dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan  Lainnya terdiri atas:

 

  1. a. Seksi Mutu  Pelayanan; dan      Seksi Akreditasi  Pelayanan.

 

Pasal  501

 

(1)  Seksi Mutu Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,  dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan  supervisi, serta  pemantauan,  evaluasi,  dan  pelaporan  di   bidang mutu  pelayanan kesehatan lainnya.

(2)    Seksi  Akreditasi   Pelayanan   mempunyai   tugas   melakukan   penyiapan bahan   perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma, standar,   prosedur,   dan  kriteria,   dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan  di  bidang akreditasi pelayanan kesehatan lainnya.

 

Pasal 502

 

Subbagian Tata Usaha  mempunyai tugas melakukan  koordinasi penyusunan rencana,  program,  dan  anggaran,  pengelolaan keuangan  dan  barang  milik negara,  evaluasi  dan pelaporan, urusan  kepegawaian, tata laksana,  kearsipan, dan tata persuratan, serta kerumahtanggaan Direktorat.