Tugas dan Fungsi Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat

BAB IV

DIREKTORAT JENDERAL KESEHATAN  MASYARAKAT

 

 

Bagian Pertama

Kedudukan,  Tugas dan Fungsi

 

 

Pasal  134

 

(1)     Direktorat    Jenderal     Kesehatan    Masyarakat    berada   di    bawah   dan bertanggungjawab kepada Menteri.

(2)    Direktorat    Jenderal    Kesehatan    Masyarakat    dipimpin    oleh   Direktur

Jenderal.

 

Pasal  135

 

Direktorat        Jenderal         Kesehatan         Masyarakat menyelenggarakan   perumusan    dan    pelaksanaan

 

 

 

mempunyai ke bij akan    di

 

 

 

tugas bidang

 

kesehatan   masyarakat   sesuai    dengan   ketentuan undangan.

 

peraturan   perundang-

 

 

Pasal  136

 

Dalam   melaksanakan   tugas   sebagaimana    dimaksud   dalam    Pasal   135, Direktorat Jenderal  Kesehatan  Masyarakat menyelenggarakan fungsi:

  1. a. perumusan   kebijakan    di     bidang   peningkatan   kesehatan    keluarga, kesehatan  lingkungan,  kesehatan  kerja  dan  olahraga,  gizi   masyarakat, serta promosi kesehatan  dan pemberdayaan masyarakat;
  2. pelaksanaan   kebijakan    di    bidang   peningkatan   kesehatan    keluarga, kesehatan  lingkungan,   kesehatan  kerja  dan  olahraga,  gizi   masyarakat, serta promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat;
  3. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang peningkatan kesehatan keluarga, kesehatan lingkungan,  kesehatan kerja  dan olahraga, gizi masyarakat,  serta promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat;
  4. pemberian   bimbingan   teknis   dan   supervisi   di    bidang   peningkatan

kesehatan keluarga,  kesehatan lingkungan,  kesehatan kerja  dan olahraga, gizi masyarakat,  serta promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat;

  1. pelaksanaan evaluasi  dan  pelaporan  di   bidang  peningkatan  kesehatan keluarga,   kesehatan  lingkungan,   kesehatan  kerja   dan  olahraga,   gizi masyarakat,  serta promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat;
  2. f. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal  Kesehatan  Masyarakat;  dan      pelaksanaan fungsi lain yang diberikan  oleh Menteri.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 33  -

 

Bagian Kedua

 

Susunan  Organisasi

 

Pasal  137

 

Direktorat Jenderal Kesehatan  Masyarakat terdiri atas:

 

  1. Sekretariat Direktorat Jenderal;

 

  1. Direktorat Kesehatan  Keluarga;

 

  1. Direktorat Kesehatan  Lingkungan;

 

  1. Direktorat Kesehatan  Kerja dan Olahraga;
  2. Direktorat Gizi Masyarakat;  dan

 

  1. f. Direktorat Promosi Kesehatan  dan Pemberdayaan Masyarakat.

 

 

Bagian Ketiga

 

Sekretariat Direktorat Jenderal

 

Pasal 138

 

Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan  koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi  Direktorat Jenderal Kesehatan    Masyarakat    sesuai   dengan  ketentuan   peraturan   perundang- undangan.

 

Pasal  139

 

Dalam    melaksanakan   tugas   sebagaimana    dimaksud   dalam    Pasal     138, Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi:

  1. koordinasi  dan   penyusunan    rencana,    program,   dan   anggaran   dan

 

pengelolaan data dan informasi;

  1. pengelolaan urusan  keuangan dan barang milik negara;
  2. penyiapan koordinasi dan  pelaksanaan  urusan  hukum,   organisasi,  tata laksana,  dan hubungan masyarakat;
  3. pelaksanaan  urusan   kepegawaian,   ketatausahaan,    kerumahtanggaan,

 

arsip, dokumentasi dan layanan  pengadaan; dan e.      pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan.

 

Pasal 140

 

Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas:

 

  1. a. Bagian  Program dan lnformasi;

 

  1. Bagian Hukum,  Organisasi,  dan Hubungan  Masyarakat;

 

  1. Bagian  Keuangan  dan Barang Milik  Negara;

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INOONESIA

- 34  -

 

  1. d. Bagian Kepegawaian  dan Umum; dan       Kelompok Jabatan Fungsional.

 

Pasal 141

 

Bagian Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana,  program, dan anggaran, pengelolaan data dan informasi,  dan pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan.

 

Pasal 142

 

Dalam melaksanakan tugas se bagaimana  dimaksud dalam  Pasal  141,  Bagian

Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan  bahan   koordinasi  dan  penyusunan   rencana,   program,  dan anggaran;
  2. pengumpulan, pengolahan, dan penyajian  data dan informasi;  dan c.      pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan.

 

Pasal 143

 

Bagian Program dan Informasi terdiri atas:

  1. a. Subbagian  Program;
  2. Subbagian Anggaran;  dan
  3. Subbagian  Informasi  dan Evaluasi.

 

Pasal 144

 

(1)    Subbagian   Program   mempunyai   tugas   melakukan   penyiapan  bahan koordinasi dan penyusunan rencana dan program;

(2)    Subbagian   Anggaran   mempunyai   tugas  melakukan  penyiapan   bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran; dan

(3)  Subbagian  Informasi  dan  Evaluasi mempunyai  tugas  melakukan pengumpulan,     pengolahan,     penyajian     data    dan    informasi     dan pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan.

 

Pasal 145

 

Bagian Hukum, Organisasi, dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan   penyiapan    koordinasi  dan   pelaksanaan   urusan    hukum, organisasi dan tata laksana,  dan hubungan masyarakat.

 

Pasal 146

 

Dalam  melaksanakan tugas sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal  145,  Bagian

 

Hukum,  Organisasi,  dan Hubungan  Masyarakat menyelenggarakan fungsi:

 

 

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 35 -

 

  1. a. penyiapan   bahan   koordinasi  dan    penyusunan   rancangan   peraturan perundang-undangan;
  2. penyiapan bahan  penataan  dan evaluasi organisasi dan tata laksana serta fasilitasi implementasi reformasi birokrasi; dan
  3. pelaksanaan urusan  advokasi hukum dan hubungan masyarakat.

 

Pasal 147

 

Bagian Hukum,  Organisasi,  dan Hubungan  Masyarakat terdiri atas:

  1. Subbagian Peraturan Perundang-undangan;
  2. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana;  dan
  3. Subbagian Advokasi Hukum dan Hubungan Masyarakat.

 

Pasal 148

 

(1)    Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan   bahan   koordinasi   dan   penyusunan    rancangan   peraturan perundang-undangan dan perjanjian kerja sama.

(2)    Subbagian   Organisasi   dan  Tata  Laksana   mempunyai  tugas  melakukan

penyiapan bahan  penataan  dan evaluasi organisasi,  analisis jabatan, peta jabatan,    analisis    beban   kerja,    dan   tata   laksana,    serta   fasilitasi implementasi reformasi birokrasi.

(3)    Subbagian Advokasi Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan  bahan koordinasi pemberian  pertimbangan  hukum, advokasi hukum,  dan urusan hubungan masyarakat.

 

Pasal  149

 

Bagian  Keuangan  dan   Barang  Milik  Negara  mempunyai tugas  melaksanakan urusan keuangan dan pengelolaan barang milik  negara.

 

Pasal 150

Dalam melaksanakan  tugas sebagaimana dimaksud dalam  Pasal  149,  Bagian

Keuangan dan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi:

  1. a. pelaksanaan urusan perbendaharaan;
  2. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi;  dan c.     pengelolaan barang milik  negara.

 

Pasal 151

 

Bagian Keuangan  dan Barang Milik Negara terdiri atas:

  1. Subbagian Perbendaharaan;
  2. b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi;  dan
  3. Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INOONESIA

- 36-

 

Pasal 152

 

(1)     Subbagian   Perbendaharaan    mempunyai   tugas   melakukan   penyiapan bahan perbendaharaan, urusan tata usaha keuangan, tuntutan perbendaharaan,  dan tuntutan ganti rugi.

(2)    Subbagian    Verifikasi    dan   Akuntansi    mempunyai    tugas   melakukan verifikasi, pembukuan, akuntansi,  dan pelaporan keuangan.

(3)     Subbagian  Pengelolaan Barang  Milik Negara mempunyai  tugas melakukan

penatausahaan,  pemanfaatan, dan penghapusan,  serta pelaporan barang milik  negara.

 

Pasal 153

 

Bagian  Kepegawaian   dan  Umum  mempunyai  tugas  melaksanakan  urusan kepegawaian, pengelolaan layanan  pengadaan barang/jasa,  kerumahtanggaan,

kearsipan, dan dokumentasi.

 

Pasal 154

 

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana  dimaksud  dalam Pasal  153,  Bagian

Kepegawaian  dan Umum menyelenggarakan fungsi:

  1. pelaksanaan urusan kepegawaian;
  2. b. pengelolaan layanan  pengadaan barang/jasa;
  3. pelaksanaan  urusan  tata  persuratan,  kearsipan  dan  dokumentasi,  dan gaji;  dan
  4. pengelolaan urusan  rumah tangga dan perlengkapan.

 

Pasal 155

 

Bagian  Kepegawaian dan Umum terdiri atas:

  1. Subbagian  Kepegawaian;
  2. Subbagian  Layanan  Pengadaan;  dan
  3. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga.

 

Pasal 156

 

(1)    Subbagian  Kepegawaian  mempunyai tugas melakukan analisis  kebutuhan

 

dan   perencanaan   pegawai,  mutasi pengelolaan jabatan  fungsional.

 

pegawai,   pengisian   jabatan,   dan

 

(2)    Subbagian       Layanan       Pengadaan     mempunyai     tugas     melakukan penatausahaan layanan  pengadaan barang/jasa.

(3)    Subbagian  Tata Usaha  dan Rumah Tangga mempunyai  tugas melakukan

urusan tata persuratan,  kearsipan dan dokumentasi, gaji,  rumah tangga dan perlengkapan.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 37  -

 

Bagian Keempat

Direktorat Kesehatan  Keluarga

 

Pasal  157

 

Direktorat  Kesehatan  Keluarga  mempunyai tugas  melaksanakan   perumusan dan  pelaksanaan   kebijakan,   penyusunan  norma,   standar,   prosedur,   dan kriteria,  dan  pemberian  bimbingan teknis  dan  supervisi,  serta  pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang kesehatan keluarga sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

 

Pasal 158

 

Dalam   melaksanakan  tugasnya  sebagaimana   dimaksud  dalam   Pasal   157, Direktorat Kesehatan  Keluarga menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan perumusan   kebijakan   di   bidang  kesehatan   maternal   dan neonatal,  balita  dan  anak  prasekolah,  usia  sekolah  dan  remaja,   usta reproduksi dan keluarga berencana,  dan lanjut  usia,  serta perlindungan kesehatan keluarga;
  2. Penyiapan   pelaksanaan  kebijakan   di   bidang  kesehatan   maternal   dan neonatal,  balita  dan  anak  prasekolah,  usia  sekolah  dan  remaja,   usia reproduksi dan keluarga berencana,  dan lanjut  usia,  serta perlindungan kesehatan  keluarga;
  3. penyiapan penyusunan  norma,  standar,  prosedur, dan kriteria  di  bidang

kesehatan  maternal   dan  neonatal,   balita   dan  anak  prasekolah,   usia sekolah dan remaja,  usia reproduksi dan keluarga berencana,  dan lanjut usia,  serta perlindungan kesehatan keluarga;

  1. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang kesehatan maternal  dan  neonatal,  balita  dan  anak  prasekolah,  usia  sekolah dan remaja,  usia  reproduksi dan keluarga berencana,  dan lanjut  usia,  serta perlindungan kesehatan keluarga;
  2. pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di  bidang kesehatan  maternal  dan

neonatal,  balita  dan  anak  prasekolah,  usia  sekolah  dan  remaja,   usia reproduksi dan keluarga berencana,  dan lanjut  usia,  serta perlindungan kesehatan  keluarga;  dan

  1. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

 

Pasal 159

 

Direktorat Kesehatan  Keluarga terdiri atas:

  1. Subdirektorat Kesehatan  Maternal dan Neonatal;
  2. Subdirektorat  Kesehatan  Balita dan Anak Prasekolah;
  3. Subdirektorat Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja;
  4. Subdirektorat Kesehatan  Usia Reproduksi;

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 38  -

 

  1. Subdirektorat Kesehatan  Lanjut Usia;
  2. f. Subbagian Tata Usaha;  dan
  3. Kelompok Jabatan Fungsional.

 

Pasal  160

 

Subdirektorat     Kesehatan     Maternal     dan    Neonatal     mempunyai    tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi,  serta  pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  di   bidang  kesehatan maternal  dan neonatal.

 

Pasal 161

 

Dalam   melaksanakan  tugasnya  se bagaimana   dimaksud  dalam   Pasal   160, Subdirektorat Kesehatan  Maternal dan Neonatal menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan bahan perumusan  kebijakan  di bidang kesehatan maternal  dan neonatal;
  2. penyiapan bahan  pelaksanaan    kebijakan  di  bidang kesehatan  maternal dan neonatal;
  3. penyiapan  bahan penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang kesehatan  maternal dan neonatal;
  4. penyiapan  bahan  bimbingan  teknis  dan  supervisi  di   bidang  kesehatan maternal  dan neonatal;  dan
  5. pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di  bidang kesehatan  maternal  dan neonatal.

 

Pasal 162

 

Subdirektorat Kesehatan  Maternal dan Neonatal terdiri atas:

  1. a. Seksi Kesehatan  Maternal;  dan      Seksi Kesehatan  Neonatal.

 

Pasal 163

 

( 1)    Seksi Kesehatan Maternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan  kriteria,  dan  pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi, serta pemantauan,  evaluasi,  dan pelaporan di bidang kesehatan maternal.

(2)    Seksi Kesehatan Neonatal mempunyai tugas melakukan  penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,  dan kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan  supervisi, serta pemantauan,  evaluasi,  dan pelaporan di bidang kesehatan neonatal.

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 39 -

 

Pasal 164

 

Subdirektorat Kesehatan Balita dan Anak Prasekolah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan  dan pelaksanaan  kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi,   serta  pemantauan,  evaluasi,   dan  pelaporan  di   bidang  kesehatan

balita dan anak prasekolah.

 

Pasal 165

 

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164, Subdirektorat   Kesehatan   Balita   dan   Anak   Prasekolah   menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan  bahan   perumusan   kebijakan   di   bidang  kelangsungan  dan kualitas  hidup balita dan anak prasekolah;
  2. penyiapan  bahan  pelaksanaan   kebijakan  di  bidang  kelangsungan  dan kualitas  hidup balita dan anak prasekolah;
  3. penyiapan bahan penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang kelangsungan dan kualitas  hidup balita dan anak prasekolah;
  4. penyiapan  bahan bimbingan teknis dan supervisi di  bidang kelangsungan

dan kualitas  hidup balita dan anak prasekolah;  dan

  1. e. pemantauan,    evaluasi,   dan   pelaporan   di    bidang   kelangsungan   dan kualitas  hidup balita dan anak prasekolah.

 

Pasal 166

 

Subdirektorat Kesehatan  Balita dan Anak Prasekolah terdiri atas: a.      Seksi Kelangsungan  Hidup  Balita dan Anak Prasekolah; dan b.      Seksi Kualitas  Hidup  Balita dan Anak Prasekolah.

 

Pasal 167

 

( 1)    Seksi   Kelangsungan   Hidup   Balita   dan  Anak   Prasekolah   melakukan penyiapan  bahan  perumusan  dan  pelaksanaan  kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang kelangsungan hidup balita dan anak prasekolah.

(2)     Seksi Kualitas  Hidup  Balita dan Anak  Prasekolah melakukan  penyiapan

bahan   perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma, standar,   prosedur,  dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan supervisi, serta  pemantauan,  evaluasi, dan  pelaporan  di  bidang kualitas hidup balita dan anak prasekolah.

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INOONESIA

- 40 -

 

Pasal 168

 

Subdirektorat  Kesehatan  Usia Sekolah dan  Remaja  mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan  dan pelaksanaan  kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang kesehatan usia sekolah dan remaja.

 

Pasal  169

 

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168, Subdirektorat Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan bahan perumusan  kebijakan  di  bidang kesehatan usia sekolah

dan remaja di dalam dan di luar sekolah;

  1. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan  di bidang kesehatan usia sekolah dan remaja di dalam dan di luar sekolah;
  2. penyiapan  bahan penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang kesehatan usia sekolah dan remaja di dalam dan di luar  sekolah;
  3. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi di bidang kesehatan usia

sekolah dan remaja di dalam dan di luar sekolah;  dan

  1. pemantauan,  evaluasi,   dan pelaporan di  bidang kesehatan  usia  sekolah dan remaja di dalam dan di luar  sekolah.

 

Pasal  170

 

Subdirektorat Kesehatan  Usia Sekolah  dan Remaja  terdiri atas:

  1. a. Seksi Kesehatan Usia  Sekolah dan Remaja di Dalam Sekolah; dan       Seksi Kesehatan  Usia  Sekolah dan Remaja di Luar  Sekolah.

 

Pasal 171

 

(1)     Seksi Kesehatan  Usia  Sekolah dan Remaja  di  Dalam Sekolah mempunyai tugas    melakukan    penyiapan   bahan    perumusan    dan    pelaksanaan kebijakan,   penyusunan  norma,   standar,   prosedur,   dan  kriteria,   dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta  pemantauan,  evaluasi, dan  pelaporan  di  bidang kesehatan  usia  sekolah dan  remaja  di  dalam sekolah.

(2)     Seksi  Kesehatan  Usia  Sekolah dan  Remaja  di  Luar  Sekolah  mempunyai

tugas   melakukan   penyiapan   bahan   perumusan    dan   pelaksanaan kebijakan,   penyusunan  norma,   standar,   prosedur,   dan  kriteria,   dan pemberian  bimbingan teknis  dan  supervisi,  serta pemantauan,  evaluasi, dan  pelaporan  di   bidang  kesehatan   usia  sekolah  dan  remaja   di   luar

sekolah.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 41  - Pasal  172

Subdirektorat   Kesehatan   U sia  Reproduksi  mempunyai  tugas  melaksanakan

penyiapan   perumusan    dan   pelaksanaan    kebijakan,    penyusunan   norma, standar,    prosedur,    dan   kriteria,    dan   pemberian   bimbingan   teknis   dan supervisi,  serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di bidang kesehatan usia

reproduksi.

 

Pasal  173

 

Dalam   melaksanakan  tugasnya  sebagaimana   dimaksud  dalam   Pasal   172, Subdirektorat Kesehatan  Usia Reproduksi menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan bahan   perumusan   kebijakan  di   bidang  akses  dan  kualitas kesehatan reproduksi, serta keluarga berencana;
  2. penyiapan bahan  pelaksanaan    kebijakan  di  bidang akses  dan  kualitas kesehatan reproduksi, serta keluarga berencana;
  3. penyiapan bahan  penyusunan  norma,  standar,  prosedur, dan kriteria  di bidang   akses   dan   kualitas    kesehatan   reproduksi,   serta   keluarga berencana;
  4. penyiapan  bahan  bimbingan  teknis  dan  supervisi  di   bidang akses  dan kualitas kesehatan reproduksi, serta keluarga berencana;  dan
  5. pemantauan,  evaluasi,   dan  pelaporan  di   bidang  akses  dan  kualitas kesehatan  reproduksi, serta keluarga berencana.

 

Pasal 174

 

Subdirektorat  Kesehatan  Usia Reproduksi  terdiri atas:

  1. a. Seksi Akses  Kesehatan  Reproduksi;  dan      Seksi Kualitas  Kesehatan  Reproduksi.

 

Pasal  175

 

( 1)    Seksi   Akses    Kesehatan    Reproduksi   mempunyai    tugas    melakukan penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis, dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di  bidang akses kesehatan reproduksi.

(2)     Seksi   Kualitas    Kesehatan    Reproduksi    mempunyai    tugas   melakukan

penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur, dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan  supervisi,  serta   pemantauan,   evaluasi,  dan   pelaporan   di   bidang kualitas  kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 42 -

 

Pasal 176

 

Subdirektorat    Kesehatan    Lanjut    Usia   mempunyai    tugas    melaksanakan penyiapan    perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma, standar,    prosedur,   dan   kriteria,    dan   pemberian   bimbingan   teknis   dan supervisi,  serta  pemantauan,  evaluasi,   dan  pelaporan  di   bidang  kesehatan

lanjut usia.

 

Pasal 177

 

Dalam  melaksanakan  tugasnya  sebagaimana   dimaksud   dalam  Pasal  176, Subdirektorat Kesehatan  Lanjut Usia menyelenggarakan  fungsi:

  1. a. penyiapan  bahan   perumusan   kebijakan   di   bidang  akses  dan  kualitas kesehatan  lanjut usia;
  2. penyiapan  bahan  pelaksanaan   kebijakan  di   bidang  akses  dan  kualitas kesehatan lanjut usia;
  3. penyiapan bahan penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan  kriteria di bidang akses dan kualitas kesehatan lanjut usia;
  4. penyiapan  bahan  bimbingan  teknis  dan  supervisi  di   bidang akses  dan

 

kualitas  kesehatan lanjut usia;  dan

 

  1. pemantauan,  evaluasi,  dan   pelaporan  di   bidang  akses  dan  kualitas kesehatan lanjut usia.

 

Pasal 178

 

Subdirektorat Kesehatan  Lanjut Usia terdiri atas:

 

  1. a. Seksi Akses  Kesehatan  Lanjut Usia;  dan      Seksi Kualitas  Kesehatan  Lanjut Usia.

 

Pasal 179

 

(1)    Seksi   Akses    Kesehatan    Lanjut    Usia   mernpunyai   tugas    melakukan penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di  bidang akses kesehatan lanjut usia.

(2)     Seksi  Kualitas    Kesehatan    Lanjut   Usia   mempunyai    tugas  melakukan

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan  supervisi,  serta  pemantauan,   evaluasi,  dan   pelaporan   di   bidang kualitas  kesehatan lanjut usia.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 43  -

 

Pasal 180

 

Subbagian  Tata Usaha  mempunyai tugas melakukan  koordinasi penyusunan rencana,   program,  dan  anggaran,  pengelolaan keuangan  dan  barang  milik negara,  evaluasi  dan pelaporan, urusan  kepegawaian, tata laksana,  kearsipan, dan tata persuratan, serta kerumahtanggaan Direktorat.

 

Bagian Kelima

 

Direktorat Kesehatan  Lingkungan

 

 

Pasal  181

 

Direktorat      Kesehatan      Lingkungan      mempunyai     tugas      melaksanakan perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma,    standar, prosedur,  dan kriteria,  dan  pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di  bidang kesehatan  lingkungan  sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

 

Pasal 182

 

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 181, Direktorat Kesehatan  Lingkungan  menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan perumusan   kebijakan  di  bidang penyehatan  air dan  sanitasi

 

dasar,  penyehatan pangan, dan penyehatan udara,  tanah,  dan kawasan, serta pengamanan limbah  dan radiasi;

  1. penyiapan pelaksanaan  kebijakan  di  bidang penyehatan  air  dan sanitasi

 

dasar,  penyehatan pangan, dan penyehatan udara,  tanah,  dan kawasan, serta pengamanan limbah  dan radiasi;

  1. penyiapan penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di  bidang

 

penyehatan air  dan sanitasi dasar,  penyehatan pangan, dan penyehatan udara,  tanah,  dan kawasan, serta pengamanan limbah  dan radiasi;

  1. d. penyiapan   pemberian    bimbingan   teknis    dan    supervisi   di     bidang

 

penyehatan air  dan sanitasi dasar,  penyehatan pangan, dan penyehatan udara,  tanah,  dan kawasan, serta pengamanan limbah  dan radiasi;

  1. pemantauan, evaluasi,   dan  pelaporan  di   bidang  penyehatan   air  dan sanitasi dasar, penyehatan pangan, dan penyehatan udara, tanah, dan kawasan, serta pengamanan limbah  dan radiasi; dan
  2. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

 

 

MENTERI  KESEHATAN

REPUBLIK INDONESIA

- 44 -

 

Pasal  183

 

Direktorat Kesehatan Lingkungan terdiri atas:

 

  1. Subdirektorat Penyehatan Air dan  Sanitasi Dasar;

 

  1. Subdirektorat Penyehatan Pangan;

 

  1. Subdirektorat Penyehatan Udara, Tanah, dan Kawasan;

 

  1. Subdirektorat Pengamanan Limbah dan Radiasi;

 

  1. Subbagian Tata U saha;  dan

 

  1. f. Kelompok Jabatan Fungsional.

 

Pasal 184

 

Subdirektorat  Penyehatan Air  dan Sanitasi  Dasar  mempunyai  tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi,  serta pemantauan,  evaluasi,  dan pelaporan di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar.

 

Pasal  185

 

Dalam  melaksanakan  tugasnya  sebagaimana   dimaksud  dalam   Pasal   184, Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan   bahan  perumusan  kebijakan   di  bidang  penyehatan  air  dan sanitasi dasar;
  2. penyiapan bahan  pelaksanaan    kebijakan  di  bidang penyehatan  air dan

 

sanitasi dasar;

  1. penyiapan bahan  penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang penyehatan air dan sanitasi dasar;
  2. d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi di bidang penyehatan air

 

dan sanitasi dasar;  dan

  1. pemantauan,    evaluasi,   dan   pelaporan   di   bidang  penyehatan   air  dan

 

sanitasi dasar.

 

Pasal 186

 

Subdirektorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar terdiri atas:

 

  1. a. Seksi  Penyehatan Air;  dan

 

  1. Seksi  Penyehatan Sanitasi Dasar.

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 45 -

 

Pasal 187

 

( 1)     Seksi  Penyehatan   Air  mempunyai  tugas  melakukan   penyiapan   bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,  dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan  supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di bidang penyehatan air.

(2)    Seksi Penyehatan Sanitasi Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan   perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma, standar,  prosedur,   dan  kriteria,   dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan supervisi,     serta   pemantauan,   evaluasi,    dan   pelaporan   di     bidang penyehatan sanitasi dasar.

 

Pasal  188

 

Subdirektorat Penyehatan Pangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan  dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma,    standar, prosedur,  dan kriteria,  dan  pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi, serta pemantauan, evaluasi,  dan pelaporan di bidang penyehatan pangan.

 

Pasal 189

 

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188, Subdirektorat Penyehatan Pangan menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan    bahan     perumusan     kebijakan     di     bidang    peningkatan, pengawasan, dan perlindungan higiene  dan sanitasi pangan;
  2. penyiapan   bahan   ,    pelaksanaan      kebijakan    di    bidang   peningkatan,

 

pengawasan, dan perlindungan higiene  dan sanitasi pangan;

 

  1. penyiapan bahan  penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang peningkatan,  pengawasan, dan perlindungan  higiene dan sanitasi pangan;
  2. penyiapan bahan  bimbingan teknis dan supervisi di  bidang peningkatan,

 

pengawasan, dan perlindungan higiene dan sanitasi pangan;  dan

 

  1. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang peningkatan, pengawasan, dan perlindungan  higiene dan sanitasi pangan.

 

Pasal 190

 

Subdirektorat Penyehatan Pangan terdiri atas:

 

  1. Seksi Peningkatan  Higiene dan Sanitasi  Pangan; dan

 

  1. b. Seksi Pengawasan  dan Perlindungan  Higiene dan Sanitasi  Pangan.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 46 -

 

Pasal 191

 

(1)    Seksi   Peningkatan   Higiene   dan   Sanitasi   Pangan   mempunyai   tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan  norma,   standar,   prosedur,   dan  kriteria,   dan  pemberian bimbingan   teknis   dan   supervisi,   serta   pemantauan,   evaluasi,    dan pelaporan di bidang peningkatan higiene dan sanitasi pangan.

(2)    Seksi   Pengawasan    dan    Perlindungan    Higiene   dan    Sanitasi   Pangan mempunyai  tugas  melakukan  penyiapan  bahan  perumusan  dan pelaksanaan   kebijakan,   penyusunan   norma,   standar,   prosedur,   dan kriteria,     dan    pemberian     bimbingan    teknis    dan    supervisi,    serta pemantauan,    evaluasi,   dan   pelaporan   di    bidang   pengawasan   dan perlindungan higiene dan sanitasi pangan.

 

Pasal 192

 

Subdirektorat Penyehatan Udara, Tanah, dan Kawasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta  pemantauan,   evaluasi, dan  pelaporan  di  bidang penyehatan

udara,  tanah,  dan kawasan.

 

Pasal 193

 

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192, Subdirektorat  Penyehatan  Udara,   Tanah,  dan  Kawasan   menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan  bahan   perumusan   kebijakan   di   bidang  penyehatan  udara,

tanah,  dan kawasan;

  1. penyiapan  bahan  pelaksanaan    kebijakan  di  bidang penyehatan  udara, tanah,  dan kawasan;
  2. penyiapan bahan  penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di

bidang penyehatan udara,  tanah, dan kawasan;

  1. penyiapan bahan  bimbingan teknis  dan  supervisi di  bidang penyehatan udara,  tanah, dan kawasan; dan
  2. pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di bidang penyehatan udara,  tanah,

 

dan  kawasan.

Pasal 194

Subdirektorat Penyehatan Udara, Tanah, dan Kawasan terdiri atas:

  1. Seksi  Penyehatan Udara dan Tanah;  dan b.     Seksi Penyehatan Kawasan.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 47  -

 

Pasal 195

 

(1)    Seksi    Penyehatan   Udara   dan   Tanah   mempunyai   tugas   melakukan penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan  supervisi,  serta  pemantauan,   evaluasi,  dan   pelaporan   di   bidang penyehatan udara dan tanah.

(2)    Seksi   Penyehatan   Kawasan   mempunyai  tugas   melakukan   penyiapan bahan   perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,   penyusunan   norma, standar,  prosedur,   dan  kriteria,  dan  pemberian _         bimbingan  teknis  dan supervisi,    serta   pemantauan,    evaluasi,    dan    pelaporan    di    bidang penyehatan kawasan.

 

Pasal  196

 

Subdirektorat       Pengamanan  Limbah  dan  Radiasi mempunyai  tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan  pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi,  serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di  bidang pengamanan limbah dan radiasi.

 

Pasal  197

 

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196, Subdirektorat Pengamanan Limbah  dan  Radiasi menyelenggarakan  fungsi:

  1. a. penyiapan  bahan  perumusan   kebijakan  di  bidang  pengamanan  limbah dan radiasi;
  2. penyiapan bahan  pelaksanaan    kebijakan  di  bidang pengamanan  limbah

dan radiasi;

  1. penyiapan bahan  penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria di bidang pengamanan limbah dan radiasi;
  2. penyiapan bahan  bimbingan teknis dan supervisi di  bidang pengamanan

 

limbah dan radiasi;  dan

  1. pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di  bidang pengamanan limbah  dan

 

radiasi.

 

Pasal 198

 

Subdirektorat Pengamanan Limbah dan Radiasi terdiri atas:

 

  1. Seksi Pengamanan Limbah;  dan b.     Seksi Pengamanan  Radiasi.

 

 

 

------�------------------------------------....

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 48  -

 

Pasal  199

 

(1)    Seksi  Pengamanan   Limbah   mempunyai  tugas   melakukan   penyiapan bahan  perumusan   dan  pelaksanaan  kebijakan,    penyusunan   norma, standar,   prosedur,   dan  kriteria,   dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan supervisi,   serta    pemantauan,    evaluasi,    dan    pelaporan    di     bidang pengamanan limbah.

(2)     Seksi  Pengamanan   Radiasi  mempunyai   tugas   melakukan   penyiapan

bahan   perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma,

 

standar,   prosedur,   dan  kriteria,

supervtsi,   serta    pemantauan, pengamanan radiasi.

 

dan  pemberian   bimbingan  teknis  dan evaluasi,    dan    pelaporan    di     bidang

 

 

Pasal200

 

Subbagian  Tata Usaha  mempunyai tugas  melakukan  koordinasi penyusunan rencana,   program,  dan  anggaran,  pengelolaan keuangan  dan  barang  milik negara,  evaluasi dan pelaporan, urusan  kepegawaian, tata laksana,  kearsipan, dan tata persuratan,  serta kerumahtanggaan Direktorat.

 

 

Bagian Keenam

Direktorat Kesehatan  Kerja dan Olahraga

 

Pasal 201

 

Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma,    standar, prosedur,  dan kriteria,  dan  pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di  bidang kesehatan  kerja dan olahraga sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

 

Pasal202

 

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201, Direktorat Kesehatan  Kerja dan Olahraga menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan   perumusan    kebijakan    di    bidang  kesehatan   okupasi    dan surveilans, kapasitas kerja,  lingkungan  kerja,  dan kesehatan olahraga;
  2. penyiapan  pelaksanaan   kebijakan   di   bidang  kesehatan   okupasi   dan surveilans, kapasitas kerja,  lingkungan  kerja,  dan kesehatan olahraga;
  3. penyiapan penyusunan norma,  standar,  prosedur, dan kriteria  di  bidang kesehatan okupasi dan surveilans, kapasitas kerja,  lingkungan kerja,  dan kesehatan  olahraga;
  4. penyiapan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi di  bidang kesehatan

okupasi  dan surveilans, kapasitas kerja,  lingkungan  kerja,  dan kesehatan olahraga;

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 49  -

 

  1. pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  pelaksanaan   kebijakan  di  bidang kesehatan okupasi dan surveilans, kapasitas kerja,  lingkungan kerja,  dan kesehatan olahraga;  dan
  2. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

 

Pasal203

 

Direktorat Kesehatan  Kerja dan Olahraga terdiri atas:

  1. a. Subdirektorat Kesehatan  Okupasi  dan Surveilans;
  2. Subdirektorat Kapasitas  Kerja;
  3. Subdirektorat Lingkungan  Kerja;
  4. Subdirektorat Kesehatan  Olahraga;
  5. Subbagian Tata Usaha;  dan
  6. f. Kelompok Jabatan Fungsional.

 

Pasal204

 

Subdirektorat  Kesehatan  Okupasi  dan  Surveilans  mempunyai  tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi,  serta  pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  di   bidang  kesehatan

okupasi dan surveilans.

 

Pasal 205

 

Dalam  melaksanakan  tugasnya  sebagaimana   dimaksud   dalam  Pasal  204, Subdirektorat Kesehatan  Okupasi dan Surveilans menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan bahan  perumusan  kebijakan  di  bidang kesehatan okupasi  dan surveilans kesehatan pekerja;
  2. penyiapan bahan pelaksanaan  kebijakan  di bidang kesehatan okupasi  dan

surveilans kesehatan pekerja;

  1. penyiapan bahan  penyusunan  norma,   standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang kesehatan okupasi dan surveilans kesehatan pekerja;
  2. penyiapan   bahan  bimbingan  teknis  dan  supervisi  di   bidang  kesehatan

okupasi dan surveilans kesehatan  pekerja;  dan

  1. pemantauan,  evaluasi, dan  pelaporan  di  bidang kesehatan  okupasi  dan surveilans kesehatan pekerja.

 

Pasal 206

 

Subdirektorat Kesehatan  Okupasi dan Surveilans terdiri atas:

 

  1. Seksi Kesehatan  Okupasi;  dan
  2. Seksi Surveilans  Kesehatan  Pekerja.

 

 

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 50 -

 

Pasal 207

 

(1)    Seksi Kesehatan Okupasi mempunyai tugas melakukan  penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,  dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan  supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di bidang kesehatan okupasi.

(2)    Seksi   Surveilans    Kesehatan    Pekerja    mempunyai   tugas    melakukan penyiapan bahan  perumusan  dan  pelaksanaan  kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan  supervisi,  serta   pemantauan,   evaluasi,  dan   pelaporan   di   bidang surveilans kesehatan pekerja.

 

Pasal208

 

Subdirektorat Kapasitas Kerja mempunyai tugas melaksanakan  penyiapan perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma,    standar, prosedur,  dan kriteria,  dan  pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di bidang kapasitas kerja.

 

Pasal 209

 

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208, Subdirektorat Kapasitas Kerja menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan bahan perumusan kebijakan  di  bidang kapasitas  kerja  pekerja

 

dan institusi;

  1. penyiapan bahan pelaksanaan  kebijakan  di bidang kapasitas kerja pekerja dan institusi;
  2. penyiapan bahan  penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di

 

bidang kapasitas kerja pekerja dan institusi;

  1. penyiapan  bahan  bimbingan  teknis  dan    supervisi  di   bidang  kapasitas kerja pekerja dan institusi;  dan
  2. pemantauan,  evaluasi,  dan  pelaporan  di  bidang kapasitas  kerja  pekerja

 

dan institusi.

 

Pasal 210

 

Subdirektorat Kapasitas  Kerja terdiri atas:

 

  1. a. Seksi Kapasitas Kerja Pekerja;  dan      Seksi Kapasitas Kerja Institusi.

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 51  - Pasal  211

(1)     Seksi  Kapasitas   Kerja   Pekerja   mempunyai  tugas  melakukan  penyiapan

 

bahan   perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma, standar,   prosedur,   dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di  bidang kapasitas kerja pekerja.

(2)    Seksi  Kapasitas  Kerja  Institusi  mempunyai tugas  melakukan  penyiapan bahan   perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma, standar,   prosedur,  dan  kriteria,   dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan supervisi,  serta pemantauan,  evaluasi,  dan pelaporan di  bidang kapasitas kerja Institusi.

 

Pasal  212

 

Subdirektorat  Lingkungan  Kerja  mempunyai  tugas melaksanakan  penyiapan perumusan   dan   pelaksanaan    kebijakan,    penyusunan   norma,    standar, prosedur,  dan kriteria,  dan  pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi, serta pemantauan, evaluasi,  dan pelaporan di bidang lingkungan  kerja.

 

Pasal 213

 

Dalam  melaksanakan  tugasnya  se bagaimana   dimaksud  dalam   Pasal  212

 

Subdirektorat Lingkungan  Kerja menyelenggarakan fungsi:

 

  1. penyiapan  bahan    perumusan    kebijakan     di     bidang    pengendalian lingkungan  kerja dan perlindungan ergonomi;
  2. penyiapan    bahan    pelaksanaan    kebijakan     di     bidang   pengendalian

 

lingkungan  kerja dan perlindungan ergonomi;

 

  1. penyiapan bahan penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang pengendalian lingkungan  kerja dan perlindungan ergonomi;
  2. penyiapan bahan  bimbingan teknis dan supervisi di  bidang pengendalian lingkungan  kerja dan perlindungan ergonomi;  dan
  3. pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan pengendalian  lingkungan  kerja  dan

 

perlindungan ergonomi.

 

Pasal  214

 

Subdirektorat Lingkungan  Kerja terdiri atas:

 

  1. Seksi Pengendalian  Lingkungan  Kerja;  dan b.     Seksi Perlindungan  Ergonomi.

 

( 1)    Seksi   Pengendalian    Lingkungan   Kerja   mempunyai  tugas   melakukan penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengendalian lingkungan  kerja.

(2)    Seksi  Perlindungan  Ergonomi mempunyai  tugas  melakukan  penyiapan bahan   perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma, standar, prosedur, dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi,   serta    pemantauan,     evaluasi,     dan   pelaporan   di     bidang

perlindungan  ergonomi.

 

Pasal 216

 

Subdirektorat Kesehatan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma,    standar, prosedur,  dan kriteria,  dan  pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi, serta pemantauan, evaluasi,  dan pelaporan di bidang kesehatan olahraga.

 

Pasal 217

 

Dalam  melaksanakan   tugasnya  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal   216

 

Subdirektorat Kesehatan  Olahraga menyelenggarakan fungsi:

 

  1. a. penyiapan  bahan   perumusan   kebijakan   di   bidang  kesehatan  olahraga masyarakat dan prestasi;
  2. penyiapan  bahan  pelaksanaan   kebijakan   di  bidang kesehatan  olahraga

 

masyarakat dan prestasi;

  1. penyiapan bahan  penyusunan  norma,   standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang kesehatan olahraga masyarakat dan prestasi;
  2. penyiapan  bahan  bimbingan  teknis  dan  supervisi  di   bidang  kesehatan olahraga masyarakat dan prestasi;  dan
  3. pemantauan,    evaluasi,   dan   pelaporan  di   bidang  kesehatan   olahraga

 

masyarakat dan prestasi.

Pasal 218

 

Subdirektorat Kesehatan Olahraga terdiri atas:

 

  1. Seksi Kesehatan  Olahraga Masyarakat;  dan b.     Seksi Kesehatan  Olahraga Prestasi.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 53 -

 

Pasal  219

 

(1)    Seksi   Kesehatan   Olahraga   Masyarakat   mempunyai   tugas   melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberiari bimbingan teknis dan  supervisi,  serta   pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  di   bidang kesehatan  olahraga masyarakat.

(2)    Seksi    Kesehatan    Olahraga    Prestasi    mempunyai    tugas    melakukan penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan  supervisi,  serta  pemantauan,   evaluasi,    dan  pelaporan  di   bidang

kesehatan olahraga prestasi.

 

Pasal  220

 

Subbagian Tata  Usaha  mempunyai tugas melakukan  koordinasi penyusunan rencana,   program,  dan  anggaran,  pengelolaan keuangan  dan  barang  milik negara, evaluasi dan pelaporan, urusan  kepegawaian,  tata laksana, kearsipan, dan tata persuratan, serta kerumahtanggaan Direktorat.

 

 

Bagian Ketujuh

Direktorat Gizi Masyarakat

 

 

Pasal 221

 

Direktorat  Gizi  Masyarakat  mempunyai  tugas melaksanakan perumusan  dan pelaksanaan kebijakan,   penyusunan norma,   standar,   prosedur,   dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis dan  supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di  bidang gizi masyarakat sesuai  dengan peraturan perundang-

undangan.

 

Pasal 222

 

Dalam  melaksanakan  tugasnya  sebagaimana   dimaksud  dalam   Pasal  221, Direktorat  Gizi Masyarakat menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan   perumusan    kebijakan    di    bidang  peningkatan   mutu   dan

kecukupan  gizi,   kewaspadaan  gizi,   penanggulangan  masalah   gizi,   dan pengelolaan konsumsi gizi;

  1. penyiapan    pelaksanaan  kebijakan    di   bidang  peningkatan   mutu   dan

kecukupan  gizi,   kewaspadaan  gizi,   penanggulangan  masalah   gizi,   dan pengelolaan konsumsi gizi;

  1. penyiapan penyusunan  norma, standar,  prosedur,  dan kriteria  di  bidang

peningkatan     mutu     dan     kecukupan     gizi,       kewaspadaan     gizi,

penanggulangan masalah  gizi,  dan pengelolaan konsumsi gizi;

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 54  -

 

d.

penyiapan

pemberian    bimbingan   teknis

dan

supervisi   di

bidang

 

peningkatan

mutu     dan     kecukupan

gizi,

kewaspadaan

gizi,

penanggulangan masalah gizi,  dan pengelolaan konsumsi gizi;

  1. pemantauan,  evaluasi,  dan  pelaporan  di  bidang peningkatan  mutu  dan kecukupan gizi, kewaspadaan gizi, penanggulangan masalah gizi, dan pengelolaan konsumsi gizi; dan
  2. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

 

Pasal223

 

Direktorat Gizi Masyarakat terdiri atas:

  1. Subdirektorat Peningkatan Mutu dan Kecukupan  Gizi;
  2. Subdirektorat Kewaspadaan  Gizi;
  3. Subdirektorat Penanggulangan Masalah  Gizi;
  4. Subdirektorat Pengelolaan Konsumsi  Gizi;
  5. Subbagian Tata Usaha;  dan
  6. f. Kelompok Jabatan Fungsional.

 

Pasal224

 

Subdirektorat Peningkatan Mutu dan Kecukupan Gizi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur, dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi, serta  pemantauan,  evaluasi,  dan  pelaporan  di  bidang peningkatan

mutu dan kecukupan gizi.

 

Pasal 225

 

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224, Subdirektorat   Peningkatan  Mutu   dan  Kecukupan   Gizi    menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan bahan  perumusan  kebijakan  di  bidang peningkatan mutu dan

kecukupan  gizi;

  1. penyiapan bahan pelaksanaan  kebijakan  di  bidang peningkatan mutu dan kecukupan gizi;
  2. penyiapan bahan  penyusunan  norma,   standar,  prosedur, dan kriteria  di

bidang peningkatan mutu dan kecukupan gizi;

  1. penyiapan bahan  bimbingan teknis dan  supervisi di  bidang peningkatan mutu dan kecukupan gizi; dan
  2. pemantauan,  evaluasi,  dan  pelaporan  di  bidang peningkatan  mutu  dan

 

kecukupan  gizi.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

-  55 - Pasal226

Subdirektorat Peningkatan Mutu dan Kecukupan Gizi terdiri atas:

  1. a. Seksi  Mutu Gizi; dan
  2. Seksi Kecukupan Gizi.

 

Pasal227

 

(1)    Seksi   Mutu    Gizi    mempunyai   tugas   melakukan    penyiapan    bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,  dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan  supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang mutu gizi.

(2)  Seksi Kecukupan Gizi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,  dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan  supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di bidang kecukupan gizi.

 

Pasal 228

 

Subdirektorat  Kewaspadaan  Gizi  mempunyai tugas melaksanakan  penyiapan perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma,    standar, prosedur,  dan kriteria,  dan  pemberian bimbingan teknis  dan  supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di bidang kewaspadaan gizi.

 

Pasal229

 

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228, Subdirektorat Kewaspadaan Gizi menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan   bahan    perumusan    kebijakan    di    bidang   surveilans   dan

ketahanan gizi;

  1. penyiapan   bahan   pelaksanaan    kebijakan   di    bidang   surveilans   dan ketahanan gizi;
  2. penyiapan bahan  penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan   kriteria  di

bidang surveilans dan ketahanan gizi;

  1. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi di bidang surveilans dan ketahanan gizi; dan
  2. pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di bidang surveilans dan ketahanan

gizi.

 

Pasal 230

 

Subdirektorat Kewaspadaan Gizi terdiri atas:

  1. a. Seksi Surveilans Gizi; dan      Seksi Ketahanan Gizi.

 

 

MENTERJ KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 56 - Pasal 231

(1)     Seksi  Surveilans   Gizi   mempunyai  tugas  melakukan   penyiapan   bahan

 

perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,    dan   kriteria,    dan   bimbingan  teknis   dan   supervisi,    serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di bidang surveilans gizi.

(2)    Seksi  Ketahanan   Gizi   mempunyai   tugas  melakukan  penyiapan   bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,    dan   kriteria,    dan   bimbingan   teknis   dan   supervisi,   serta pemantauan, evaluasi,  dan pelaporan di bidang ketahanan gizi.

 

Pasal232

 

Subdirektorat Penanggulangan Masalah  Gizi  mempunyai tugas melaksanakan penyiapan   perumusan    dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma, standar,    prosedur,    dan   kriteria,    dan   pemberian   bimbingan   teknis   dan supervisi,    serta     pemantauan,      evaluasi,    dan     pelaporan     di      bidang penanggulangan masalah gizi.

 

Pasal 233

 

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232, Subdirektorat Penanggulangan Masalah Gizi menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan   bahan    perumusan    kebijakan    di    bidang   penanggulangan

 

masalah  gizi makro dan mikro;

 

  1. penyiapan   bahan   pelaksanaan   kebijakan   di    bidang   penanggulangan masalah  gizi makro dan mikro;
  2. penyiapan bahan  penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang penanggulangan masalah  gizi makro dan mikro;
  3. penyiapan    bahan     bimbingan    teknis     dan     supervisi    di      bidang

 

penanggulangan masalah gizi makro dan mikro; dan

  1. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di  bidang penanggulangan masalah gizi makro dan mikro.

 

Pasal234

 

Subdirektorat Penanggulangan Masalah Gizi terdiri atas:

 

  1. Seksi Masalah  Gizi Makro;  dan b.     Seksi Masalah  Gizi Mikro.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 57 - Pasal 235

( 1)     Seksi Masalah  Gizi  Makro  mempunyai tugas melakukan penyiapan  bahan

perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,    dan   kriteria,    dan   bimbingan   teknis   dan   supervisi,   serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di bidang masalah  gizi makro.

(2)     Seksi Masalah  Gizi  Mikro  mempunyai  tugas melakukan penyiapan  bahan

perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,    dan   kriteria,    dan   bimbingan  teknis   dan   supervisi,   serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di bidang masalah  gizi mikro.

 

Pasal 236

 

Subdirektorat Pengelolaan Konsumsi Gizi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan   perumusan    dan   pelaksanaan    kebijakan,    penyusunan   norma, standar, prosedur dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan,  evaluasi,   dan  pelaporan di  bidang pengelolaan konsumsi

gizi.

 

Pasal 237

 

Dalam   melaksanakan  tugasnya  sebagaimana   dimaksud  dalam   Pasal   236, Subdirektorat Pengelolaan Konsumsi  Gizi menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan  bahan perumusan kebijakan  di  bidang pengelolaan konsumsi gizi umum dan khusus;
  2. b. penyiapan bahan  pelaksanaan  kebijakan  di  bidang pengelolaan konsumsi

gizi umum dan khusus;

  1. penyiapan bahan  penyusunan  norma,   standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang pengelolaan konsumsi gizi umum dan khusus;
  2. penyiapan bahan  bimbingan teknis  dan  supervisi di  bidang pengelolaan

konsumsi gizi umum dan khusus;  dan

  1. pemantauan, evaluasi,  dan pelaporan di  bidang pengelolaan konsumsi gizi

umum dan khusus.

 

Pasal 238

 

Subdirektorat Pengelolaan Konsumsi  Gizi terdiri atas:

  1. a. Seksi Konsumsi  Gizi Umum;  dan      Seksi Konsumsi Gizi Khusus.

 

Pasal239

 

(1)    Seksi  Konsumsi   Gizi   Umum  mempunyai   tugas  melakukan  penyiapan bahan   perumusan   dan  pelaksanaan  kebijakan,    penyusunan   norma, standar,   prosedur,  dan  kriteria,   dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di  bidang konsumsi gizi umum.

 

(2)    Seksi  Konsumsi  Gizi   Khusus  mempunyai tugas  melakukan  penyiapan bahan   perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma, standar,   prosedur,   dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di  bidang konsumsi gizi khusus.

 

Pasal240

 

Subbagian Tata Usaha  mempunyai tugas melakukan  koordinasi penyusunan rencana,   program,  dan  anggaran,  pengelolaan keuangan  dan  barang  milik negara,  evaluasi dan pelaporan, urusan  kepegawaian, tata laksana,  kearsipan, dan tata persuratan, serta kerumahtanggaan Direktorat.

 

 

Bagian Kedelapan

Direktorat   Promosi Kesehatan  dan Pemberdayaan Masyarakat

 

Pasal  241

 

Direktorat   Promosi  Kesehatan   dan  Pemberdayaan  Masyarakat   mempunyai tugas  melaksanakan  perumusan  dan  pelaksanaan  kebijakan,   penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi,  serta  pemantauan,   evaluasi,   dan  pelaporan  di   bidang  promosi kesehatan     dan    pemberdayaan    masyarakat    sesuai     dengan    peraturan

perundang-undangan.

 

Pasal 242

 

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 241, Direktorat    Promosi   Kesehatan    dan   Pemberdayaan   Masyarakat menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan  perumusan   kebijakan   di  bidang komunikasi,  informasi,   dan

edukasi kesehatan, advokasi dan kemitraan, potensi sumber daya promosi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat;

  1. b. penyiapan pelaksanaan  kebijakan  di  bidang komunikasi,  informasi,   dan

edukasi  kesehatan,  advokasi dan kemitraan, potensi  sumber daya promosi kesehatan,  dan pemberdayaan masyarakat;

  1. penyiapan penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di  bidang

komunikasi,  informasi,  dan edukasi kesehatan,  advokasi dan kemitraan, potensi  sumber daya promosi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat;

  1. penyiapan   pemberian     bimbingan   teknis   dan    supervisi   di     bidang

komunikasi,  informasi,  dan edukasi kesehatan,  advokasi dan kemitraan, potensi  sumber daya promosi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat;

 

  1. pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  di  bidang komunikasi,  informasi, dan  edukasi  kesehatan,  advokasi dan  kemitraan,  potensi  sumber  daya promosi kesehatan,  dan pemberdayaan masyarakat;  dan
  2. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

 

Pasal243

 

Direktorat Promosi Kesehatan  dan Pemberdayaan Masyarakat terdiri  atas:

  1. a. Subdirektorat Komunikasi,  Informasi,  dan Edukasi Kesehatan;

 

  1. Subdirektorat Advokasi  dan Kemitraan;
  2. c. Subdirektorat Potensi  Sumber  Daya Promosi Kesehatan;

 

  1. d. Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat;

 

  1. Subbagian Tata Usaha;  dan

 

  1. f. Kelompok Jabatan Fungsional.

 

Pasal244

 

Subdirektorat   Komunikasi,   lnformasi,   dan  Edukasi  Kesehatan   mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang komunikasi, informasi,  dan edukasi kesehatan.

 

Pasal 245

 

Dalam  melaksanakan  tugasnya  se bagaimana   dimaksud  dalam   Pasal  244, Subdirektorat    Komunikasi,    lnformasi,    dan   Edukasi   Kesehatan menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan  bahan  perumusan   kebijakan  di   bidang  strategi  komunikasi, informasi,     dan   edukasi    kesehatan    dan   penyebarluasan    informasi kesehatan;
  2. penyiapan bahan  pelaksanaan  kebijakan  di  bidang strategi  komunikasi,

 

informasi,     dan   edukasi     kesehatan    dan   penyebarluasan     informasi kesehatan;

  1. c. penyiapan bahan  penyusunan  norma,   standar,  prosedur,  dan kriteria  di

 

 

bidang   strategi    komunikasi,   informasi,    dan   edukasi

kesehatan   dan

 

 

d.

penyebarluasan  informasi kesehatan;

penyiapan  bahan   bimbingan  teknis  dan   supervisi  di

 

 

bidang  strategi

 

komunikasi,    informasi,    dan   edukasi    kesehatan   dan

penyebarluasan

informasi kesehatan;  dan

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 60  -

 

  1. pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  di   bidang  strategi  komunikasi, informasi,     dan   edukasi    kesehatan    dan   penyebarluasan    informasi kesehatan.

 

Pasal246

 

Subdirektorat Komunikasi,  Informasi,  dan Edukasi Kesehatan  terdiri  atas:

 

  1. Seksi Strategi  Komunikasi,  Informasi,  dan Edukasi Kesehatan;  dan b.    Seksi Penyebarluasan  Informasi  Kesehatan.

 

Pasal 247

 

( 1)    Seksi Strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Kesehatan mempunyai tugas   melakukan   penyiapan    bahan   perumusan    dan   pelaksanaan kebijakan,   penyusunan   norma,  standar,   prosedur,   dan  kriteria,   dan pemberian bimbingan  teknis dan  supervisi, serta  pemantauan,  evaluasi, dan  pelaporan  di   bidang  strategi  komunikasi,  informasi,   dan  edukasi kesehatan.

(2)    Seksi Penyebarluasan  Informasi  Kesehatan  mempunyai  tugas melakukan penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang penyebarluasan  informasi kesehatan.

 

Pasal 248

 

Subdirektorat   Advokasi   dan  Kemitraan   mempunyai   tugas   melaksanakan penyiapan   perumusan    dan   pelaksanaan    kebijakan,    penyusunan   norma, standar,    prosedur,    dan   kriteria,    dan   pemberian   bimbingan   teknis   dan supervisi,  serta pemantauan,  evaluasi,  dan pelaporan di  bidang advokasi dan

kemitraan.

 

Pasal 249

 

Dalam  melaksanakan  tugasnya  sebagaimana   dimaksud  dalam   Pasal  248, Subdirektorat Advokasi  dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan bahan perumusan  kebijakan  di  bidang advokasi dan kemitraan

 

kesehatan;

  1. penyiapan   bahan    pelaksanaan    kebijakan    di    bidang   advokasi   dan kemitraan kesehatan;

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 61 -

 

  1. penyiapan  bahan penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang advokasi dan kemitraan kesehatan;
  2. penyiapan  bahan  bimbingan teknis dan supervisi di  bidang advokasi dan kemitraan kesehatan;  dan
  3. pemantauan, evaluasi,  dan pelaporan di  bidang advokasi dan kemitraan kesehatan.

 

Pasal250

 

Subdirektorat Advokasi  dan Kemitraan  terdiri atas:

  1. Seksi Advokasi  Kesehatan;  dan b.     Seksi Kemitraan  Kesehatan.

 

Pasal 251

 

( 1)     Seksi Advokasi Kesehatan mempunyai tugas melakukan  penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,  dan  kriteria,  dan  pemberian  bimbingan  teknis  dan  supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di bidang advokasi kesehatan.

(2)    Seksi  Kemitraan   Kesehatan   mempunyai  tugas   melakukan   penyiapan bahan   perumusan   dan   pelaksanaan   kebijakan,    penyusunan   norma, standar, prosedur, dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan  di  bidang kemitraan kesehatan.

 

Pasal 252

 

Subdirektorat Potensi Sumber Daya Promosi Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,  standar,  prosedur, dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di bidang potensi sumber

daya promosi kesehatan.

 

Pasal 253

 

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252, Subdirektorat  Potensi   Sumber  Daya  Promosi  Kesehatan   menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan bahan  perumusan  kebijakan  di  bidang penggerak,  sarana,  dan

 

prasarana promosi kesehatan;

  1. penyiapan  bahan  pelaksanaan    kebijakan  di  bidang penggerak,   sarana, dan prasarana promosi kesehatan;

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 62 -

 

  1. penyiapan bahan  penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang penggerak,  sarana,  dan prasarana promosi kesehatan;
  2. d. penyiapan  bahan  bimbingan  teknis  dan  supervisi  di  bidang  penggerak, sarana,  dan prasarana promosi kesehatan;  dan
  3. pemantauan,  evaluasi,  dan  pelaporan di  bidang penggerak,  sarana,  dan prasarana promosi kesehatan.

 

Pasal 254

 

Subdirektorat Potensi  Sumber Daya Promosi Kesehatan terdiri atas:

 

  1. Seksi Penggerak Promosi Kesehatan;  dan

 

  1. Seksi Sarana dan Prasarana Promosi Kesehatan.

 

Pasal 255

 

( 1)    Seksi   Penggerak    Promosi   Kesehatan    mempunyai    tugas   melakukan penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur, dan kriteria,  dan pemberian bimbingan teknis dan  supervisi,  serta  pemantauan,   evaluasi,  dan  pelaporan  di   bidang penggerak promosi kesehatan.

(2)    Seksi   Sarana    dan   Prasarana    Promosi   Kesehatan    mempunyai   tugas

 

melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan  norma,   standar,   prosedur,   dan  kriteria,   dan  pemberian bimbingan   teknis   dan   supervisi,   serta   pemantauan,    evaluasi,    dan pelaporan di bidang sarana dan prasarana promosi kesehatan.

 

Pasal 256

 

Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan   perumusan    dan   pelaksanaan    kebijakan,    penyusunan   norma, standar,    prosedur,    dan   kriteria,    dan   pemberian   bimbingan   teknis   dan supervisi, serta pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di bidang pemberdayaan masyarakat.

 

Pasal 257

 

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256, Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan bahan  perumusan  kebijakan  di  bidang pengorgamsasian  dan

 

peningkatan peran serta masyarakat;

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INOONESIA

- 63  -

 

  1. b. penyiapan bahan pelaksanaan   kebijakan di  bidang pengorganisasian dan peningkatan peran serta masyarakat;
  2. penyiapan bahan  penyusunan  norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria  di bidang pengorganisasian dan peningkatan peran serta masyarakat;
  3. d. penyiapan    bahan     bimbingan    teknis     dan     supervisi    di      bidang

 

pengorganisasian dan peningkatan peran serta masyarakat;  dan

 

  1. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengorganisasian dan peningkatan peran serta masyarakat.

 

Pasal 258

 

Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas:

 

  1. a. Seksi Pengorganisasian  Masyarakat;  dan

 

  1. Seksi Peningkatan  Peran Serta Masyarakat.

 

Pasal 259

 

( 1)    Seksi   Pengorganisasian    Masyarakat    mempunyai     tugas    melakukan penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengorganisasian masyarakat.

(2)    Seksi Peningkatan  Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan  bahan  perumusan   dan  pelaksanaan   kebijakan,  penyusunan norma,  standar,  prosedur,  dan kriteria,  dan pemberian  bimbingan teknis dan  supervisi,  serta  pemantauan,   evaluasi,  dan   pelaporan  di   bidang peningkatan peran serta masyarakat.

 

Pasal260

 

Subbagian  Tata  Usaha  mempunyai tugas melakukan  koordinasi  penyusunan rencana,   program,  dan  anggaran,  pengelolaan keuangan  dan  barang  milik negara,  evaluasi  dan pelaporan, urusan  kepegawaian, tata laksana,  kearsipan, dan tata persuratan, serta kerumahtanggaan Direktorat.