Tugas dan Fungsi Sekretariat Jenderal

BAB III SEKRETARIAT JENDERAL

 

Bagian Pertama

Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

 

Pasal  5

 

 

(1)

Sekretariat   Jenderal   berada  di   bawah  dan  bertanggungjawab

kepada

 

 

(2)

Menteri.

Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.

 

 

Pasal 6

 

Sekretariat  Jenderal  mempunyai  tugas  menyelenggarakan  koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di Kementerian Kesehatan.

 

Pasal 7

 

Dalam  melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6,  Sekretariat

Jenderal menyelenggarakan fungsi:

  1. a. koordinasi kegiatan Kementerian Kesehatan;
  2. koordinasi dan penyusunan rencana,  program, dan anggaran Kementerian

Kesehatan;

  1. pembinaan dan  pemberian dukungan  administrasi  yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, kerja sama, hubungan masyarakat,  arsip, dan dokumentasi Kementerian Kesehatan;
  2. pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana;

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 5 -

 

  1. koordinasi   dan    penyusunan    peraturan    perundang-undangan    serta pelaksanaan advokasi hukum;
  2. f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik  negara dan layanan  pengadaan barang/j asa;  dan
  3. pelaksanaan fungsi lain yang  diberikan oleh Menteri.

 

 

Bagian Kedua

Susunan  Organisasi

 

 

 

 

Sekretariat Jenderal terdiri atas:

 

Pasal 8

 

  1. Biro Perencanaan  dan Anggaran;
  2. Biro Keuangan  dan Barang Milik Negara;
  3. Biro  Hukum dan Organisasi;
  4. Biro Kepegawaian;
  5. Biro Kerja Sama Luar Negeri;
  6. f. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat;  dan       Biro Umum.

 

Bagian Ketiga

Biro Perencanaan dan Anggaran

 

 

Pasal 9

 

Biro  Perencanaan dan Anggaran  mempunyai tugas melaksanakan  koordinasi dan  penyusunan  rencana,   program,  dan   anggaran  Kementerian  Kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Pasal 10

 

Dalam  melaksanakan  tugas  se bagaimana   dimaksud  dalam   Pasal  9,   Biro

Perencanaan dan Anggaran menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan koordinasi  dan  penyusunan  rencana  strategis  dan  program transfer daerah;
  2. penyiapan  koordinasi  dan  penyusunan  dan  evaluasi  rencana,   program,

.             dan anggaran pendapatan dan belanja negara;

  1. penyiapan    koordinasi   dan   penyusunan,    pemantauan,   dan   evaluasi pengelolaan sistem akuntabilitas  kinerja instansi pemerintah dan standar pelayanan minimal bidang kesehatan;  dan
  2. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 6 -

 

Pasal 11

 

Biro Perencanaan dan Anggaran terdiri atas:

  1. Bagian Perencanaan Strategis dan Program;
  2. Bagian APBN I;
  3. Bagian APBN II;
  4. Bagian APBN III;  dan
  5. Kelompok Jabatan Fungsional.

 

Pasal  12

 

Bagian Perencanaan  Strategis  dan  Program mempunyai tugas  melaksanakan penyiapan  koordinasi  penyusunan   rencana  strategis  dan  program  transfer daerah,  pengelolaan  sistem  akuntabilitas  kinerja  instansi  pemerintah,   dan standar  pelayanan  minimal bidang kesehatan,   serta urusan  tata usaha dan

rumah tangga Biro.

 

Pasal 13

 

Dalam  melaksanakan  tugas  se bagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  12,  Bagian

Perencanaan  Strategis dan Program menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan   bahan   koordinasi  dan  penyusunan   rencana   strategis   dan program transfer daerah;
  2. penyiapan   bahan   koordinasi   dan   penyusunan    nota   keuangan   dan

lampiran pidato Presiden;

  1. penyiapan   bahan    koordinasi   dan   penyusunan    pengelolaan   sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah;
  2. penyiapan bahan  koordinasi dan penyusunan  standar  pelayanan minimal

bidang kesehatan;  dan

  1. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

Pasal 14

 

Bagian Perencanaan  Strategis dan Program terdiri atas:

  1. Subbagian Perencanaan Strategis;
  2. Subbagian Perencanaan  Program Transfer Daerah;  dan c.     Subbagian Tata Usaha.

 

Pasal 15

 

(1)    Subbagian Perencanaan Strategis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan  rencana strategis,  nota keuangan dan lampiran  pidato  Presiden,  dan  pengelolaan sistem  akuntabilitas  kinerja instansi pemerintah.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 7 -

 

(2)    Subbagian   Perencanaan   Program  Transfer   Daerah   mempunyai   tugas melakukan   penyiapan    bahan   koordinasi    dan   penyusunan   rencana program   transfer    daerah    dan   standar    pelayanan    minimal   bidang kesehatan.

(3)    Subbagian    Tata    Usaha    mernpunyai   tugas    melakukan    koordinasi penyusunan rencana, program, dan anggaran, pengelolaan keuangan dan barang milik   negara,  evaluasi dan pelaporan, urusan  kepegawaian, tata laksana,  kearsipan, dan tata persuratan, serta kerumahtanggaan Biro.

 

Pasal 16

 

Bagian APBN I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan evaluasi rencana, program, dan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan dan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

 

Pasal  17

 

Dalam melaksanakan tugas  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  16,  Bagian

APBN I  menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan  rencana dan program;

 

  1. b. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan  anggaran;  dan      pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan.

 

Pasal 18

 

Bagian APBN I  terdiri atas:

  1. Subbagian  Perencanaan;
  2. Subbagian Anggaran;  dan
  3. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.

 

Pasal 19

 

(1)    Subbagian  Perencanaan  mempunyai tugas  melakukan  penyiapan  bahan koordinasi   dan   penyusunan    rencana   dan   program   di    lingkungan Direktorat  Jenderal  Pelayanan  Kesehatan  dan  Direktorat  Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

(2)    Subbagian   Anggaran   mempunyai  tugas   melakukan   penyiapan   bahan koordinasi dan penyusunan  anggaran pendapatan  dan belanja negara di lingkungan   Direktorat   Jenderal   Pelayanan   Kesehatan   dan  Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INOONESIA

- 8 -

 

(3)    Subbagian    Evaluasi   dan    Pelaporan   mempunyai ,              tugas   melakukan pemantauan,  evaluasi, dan  pelaporan di  lingkungan  Direktorat Jenderal Pelayanan    Kesehatan     dan    Direktorat     Jenderal     Pencegahan    dan

Pengendalian Penyakit.

 

Pasal 20

 

Bagian  APBN  II  mempunyai  tugas  melaksanakan  penyiapan  koordinasi dan penyusunan,   evaluasi   rencana,   program,  dan   anggaran   pendapatan   dan belanja negara di  lingkungan  Sekretariat Jenderal,  Inspektorat Jenderal,  dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

 

Pasal 21

 

Dalam  melaksanakan  tugas  sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal  20,  Bagian

APBN II  menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan  rencana dan program;
  2. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan anggaran;  dan c.     pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan.

 

Pasal 22

 

Bagian APBN II terdiri atas:

  1. Subbagian Perencanaan;
  2. Subbagian Anggaran;  dan
  3. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.

 

Pasal 23

 

(1)    Subbagian  Perencanaan  mempunyai tugas  melakukan  penyiapan  bahan koordinasi   dan   penyusunan    rencana   dan   program   di    lingkungan Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

(2)    Subbagian   Anggaran   mempunyai  tugas   melakukan   penyiapan   bahan

koordinasi dan penyusunan  anggaran pendapatan  dan belanja negara di lingkungan Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

 

(3)    Subbagian    Evaluasi   dan    Pelaporan   mempunyai    tugas   melakukan pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan di  lingkungan Sekretariat Jenderal, Inspektorat   Jenderal,   dan  Badan   Pengembangan  dan   Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 9 -

 

Pasal 24

 

Bagian  APBN  III  mempunyai tugas  melaksanakan  penyiapan  koordinasi dan penyusunan,   evaluasi  rencana,   program,  dan  anggaran   pendapatan   dan belanja   negara  di   lingkungan   Direktorat  Jenderal  Kesehatan   Masyarakat, Direktorat  Jenderal  Kefarmasian  dan Alat  Kesehatan,  dan  Badan  Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

 

Pasal 25

 

Dalam  melaksanakan  tugas  se bagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  24,  Bagian

 

APBN III menyelenggarakan fungsi:

 

  1. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan  rencana dan program;
  2. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan  anggaran;  dan c.      pemantauan,  evaluasi, dan pelaporan.

 

 

 

 

Bagian APBN III  terdiri atas:

 

  1. Subbagian  Perencanaan;

 

  1. Subbagian Anggaran;  dan

 

Pasal 26

 

 

  1. Subbagian  Evaluasi dan Pelaporan.

 

Pasal 27

 

(1)    Subbagian  Perencanaan  mempunyai tugas  melakukan  penyiapan  bahan koordinasi  dan   penyusunan    rencana   dan   program   di    lingkungan Direktorat  Jenderal   Kesehatan  Masyarakat,   Direktorat  Jenderal Kefarmasian     dan    Alat     Kesehatan,      dan    Badan     Penelitian    dan Pengembangan Kesehatan.

(2)     Subbagian   Anggaran   mempunyai  tugas   melakukan   penyiapan   bahan

 

koordinasi dan penyusunan  anggaran pendapatan  dan belanja negara di lingkungan    Direktorat    Jenderal    Kesehatan    Masyarakat,     Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

(3)     Subbagian     Evaluasi   dan    Pelaporan   mempunyai    tugas    melakukan

 

pemantauan,  evaluasi, dan  pelaporan di  lingkungan  Direktorat  Jenderal Kesehatan  Masyarakat,  Direktorat  Jenderal  Kefarmasian  dan Alat Kesehatan,  dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 10  -

 

Bagian  Keempat

Biro Keuangan  dan Barang Milik Negara

 

 

Pasal 28

 

Biro   Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan   keuangan,    barang    milik   negara,    dan   layanan    pengadaan barang/jasa  di  lingkungan  Kementerian  Kesehatan  sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Pasal 29

 

Dalam   melaksanakan  tugas  sebagaimana   dimaksud  dalam   Pasal  28,  Biro

 

Keuangan  dan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi:

 

  1. koordinasi   dan    pengelolaan   tata    laksana     keuangan    dan   urusan perbendaharaan;
  2. koordinasi dan pengelolaan akuntansi dan pelaporan keuangan;

 

  1. koordinasi dan pengelolaan layanan  pengadaan barang/jasa;

 

  1. koordinasi dan pengelolaan barang milik negara;  dan

 

  1. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

Pasal 30

 

Biro Keuangan  dan Barang Milik Negara terdiri atas:

 

  1. a. Bagian Tata Laksana Keuangan  dan Perbendaharaan;

 

  1. Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan;

 

  1. Bagian  Pengadaan Barang/ Jasa;
  2. Bagian Pengelolaan Barang Milik  Negara;  dan e.      Kelompok Jabatan Fungsional.

 

Pasal  31

 

Bagian    Tata  Laksana    Keuangan    dan   Perbendaharaan    mempunyai   tugas melaksanakan   koordinasi   dan   pengelolaan  tata   laksana    keuangan    dan

perbendaharaan.

 

Pasal 32

 

Dalam  melaksanakan  tugas  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal 31,   Bagian

 

Tata Laksana Keuangan  dan Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi:

 

  1. a. penyiapan bahan  koordinasi dan pengelolaan tata  laksana keuangan dan hibah uang/barang/jasa satuan kerja  Non  Badan  Layanan  Umum  (Non BLU);

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

-  11  -

 

  1. penyiapan  bahan   koordinasi  dan  pengelolaan  tata   laksana   keuangan satuan  kerja  yang  menerapkan  pengelolaan keuangan  Badan  Layanan Umum  (BLU);  dan
  2. penyiapan     bahan      koordinasi     dan      pengelolaan     tata      laksana perbendaharaan, tuntutan perbendaharaan,  dan tuntutan ganti rugi.

 

Pasal 33

 

Bagian Tata Laksana Keuangan  dan Perbendaharaan  terdiri atas:

  1. Subbagian Tata Laksana Keuangan I;
  2. Subbagian Tata Laksana Keuangan  II; dan c.      Subbagian  Perbendaharaan.

 

Pasal  34

 

(1)    Subbagian   Tata  Laksana   Keuangan   I   mempunyai  tugas   melakukan penyiapan bahan  koordinasi dan pengelolaan tata  laksana keuangan dan hibah uang/barang/jasa satuan kerja Non  BLU.

(2)     Subbagian   Tata  Laksana    Keuangan    II   mempunyai    tugas  melakukan

penyiapan  bahan   koordinasi  dan  pengelolaan  tata   laksana   keuangan satuan kerja yang menerapkan pengelolaan keuangan BLU.

(3)     Subbagian    Perbendaharaan   mempunyai    tugas   melakukan   penyiapan

bahan koordinasi  dan pengelolaan tata laksana perbendaharaan, tuntutan perbendaharaan,  dan tuntutan ganti rugi.

 

Pasal 35

 

Bagian Akuntansi  dan Pelaporan Keuangan  mempunyai tugas  melaksanakan koordinasi dan pengelolaan akuntansi dan pelaporan keuangan.

 

Pasal  36

 

Dalam  melaksanakan  tugas  sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal  35,   Bagian

Akuntansi dan  Pelaporan Keuangan  menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan bahan koordinasi dan pengelolaan akuntansi pada satuan kerja

Non  BLU;

  1. penyiapan bahan koordinasi dan pengelolaan akuntansi pada satuan kerja yang menerapkan pengelolaan keuangan BLU; dan
  2. c. analisis akuntansi dan pelaporan keuangan.

 

Pasal 37

 

Bagian Akuntansi  dan Pelaporan Keuangan  terdiri atas:

 

  1. a. Subbagian Akuntansi  I;
  2. Subbagian Akuntansi II; dan

 

  1. c. Subbagian Analisis Akuntansi  dan Pelaporan Keuangan.

 

Pasal 38

 

(1)   Subbagian Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi,  analisis,  dan  pengelolaan akuntansi  atas  uang  dan  barang pada satuan kerja Non BLU.

(2)   Subbagian Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, analisis,  dan  pengelolaan akuntansi  atas  uang  dan  barang pada satuan kerja yang menerapkan pengelolaan keuangan BLU.

(3)     Subbagian  Analisis  Akuntansi  dan Pelaporan Keuangan  mempunyai  tugas

melakukan   penyiapan     bahan   analisis     dan   penyusunan   pelaporan keuangan.

 

Pasal 39

 

Bagian Pengadaan  Barang/Jasa mempunyai tugas melaksanakan  pengelolaan layanan  pengadaan  barang/jasa  dan urusan  tata usaha  dan rumah tangga Biro.

 

Pasal 40

 

Dalam  melaksanakan tugas  sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal 39,   Bagian

 

Pengadaan Barang/ Jasa menyelenggarakan fungsi:

 

  1. a. koordinasi  dan   pengelolaan  layanan    pengadaan   barang/jasa    lingkup

 

Sekretariat Jenderal  dan Inspektorat Jenderal;

 

  1. b. pemantauan dan evaluasi pengadaan barang/jasa;dan
  2. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

Pasal  41

 

Bagian Pengadaan Barang/Jasa terdiri atas:

 

  1. a. Subbagian  Layanan  Pengadaan;
  2. Subbagian  Pemantauan  dan Evaluasi;  dan c.      Subbagian Tata U saha.

 

Pasal 42

 

( 1)     Subbagian  Layanan  Pengadaan mempunyai  tugas melakukan penyiapan bahan   koordinasi   dan   pengelolaan  layanan    pengadaan   barang/jasa lingkup  Sekretariat Jenderal dan lnspektorat Jenderal.

(2)     Subbagian    Pemantauan    dan   Evaluasi    mempunyai   tugas   melakukan

 

analisis,  pemantauan dan evaluasi, dan pelaporan pengadaan barang/jasa di lingkungan  Kementerian  Kesehatan.

 

 

(3)    Subbagian    Tata    Usaha    mempunyai    tugas    melakukan    koordinasi penyusunan rencana,  program, dan anggaran, pengelolaan keuangan dan barang  milik negara,  evaluasi dan  pelaporan,  urusan kepegawaian,  tata laksana,  kearsipan, dan tata persuratan, serta kerumahtanggaan Biro.

 

Pasal 43

 

Bagian  Pengelolaan  Barang   Milik   Negara   mempunyai  tugas  melaksanakan koordinasi dan pengelolaan barang milik  negara.

 

Pasal 44

 

Dalam melaksanakan  tugas  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  43,   Bagian

 

Pengelolaan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi:

 

  1. penyiapan bahan  koordinasi dan  pelaksanaan  penggunaan/ pemanfaatan barang milik  negara;
  2. b. penyiapan bahan  koordinasi dan pelaksanaan penghapusan  barang milik

 

negara;  dan

 

  1. penyiapan  bahan   koordinasi   dan  pelaksanaan  penatausahaan   barang milik  negara.

 

Pasal 45

 

Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara terdiri atas:

 

  1. a. Subbagian Pemanfaatan Barang Milik Negara;

 

  1. Subbagian  Penghapusan Barang Milik Negara;  dan c.     Subbagian  Penatausahaan Barang Milik Negara.

 

Pasal 46

 

(1)    Subbagian     Pemanfaatan    Barang

 

melakukan      penyiapan        bahan

 

Milik     Negara     rnempunyai    tugas

koordinasi      dan      pelaksanaan

 

penggunaan/pemanfaatan barang milik  negara.

 

(2)    Subbagian    Penghapusan    Barang    Milik    Negara    mempunyai    tugas melakukan  penyiapan  bahan  koordinasi dan  pelaksanaan  penghibahan dan penghapusan barang milik  negara.

(3)    Subbagian   Penatausahaan   Barang    Milik    Negara    mempunyai    tugas

 

melakukan penyiapan  bahan koordinasi dan pelaksanaan  penatausahaan barang milik  negara.

 

 

MENTERJ KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

-  14  -

 

Bagian Kelima

Biro Hukum dan Organisasi

 

Pasal 47

 

Biro  Hukum  dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan  koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan,  advokasi hukum,  dan penataan organisasi  dan tata laksana  sesuai dengan ketentuan  peraturan  perundang- undangan.

 

Pasal 48

 

Dalam  melaksanakan  tugas  sebagaimana   dimaksud   dalam  Pasal  4 7,   Biro

Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan koordinasi dan penyusunan  peraturan perundang-undangan;
  2. b. pelaksanaan advokasi hukum;
  3. c. penataan organisasi dan tata laksana;
  4. fasilitasi pelaksanaan  reformasi birokrasi;  dan
  5. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

Pasal 49

 

Biro Hukum dan Organisasi terdiri atas:

  1. a. Bagian Peraturan Perundang-Undangan I; b.     Bagian Peraturan  Perundang-Undangan II;      Bagian Advokasi Hukum;
  2. d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana;  dan
  3. e. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 50

Bagian Peraturan Perundang-Undangan I  mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan bidang kefarmasian   dan   alat    kesehatan,   inspektorat,    sumber    daya   manusia kesehatan,  penelitian  dan pengembangan kesehatan,  kesehatan  masyarakat, dan pencegahan dan pengendalian penyakit.

Pasal 51

Dalam  melaksanakan  tugas  sebagaimana dimaksud  dalam  Pasal  50,  Bagian

Peraturan Perundang-Undangan I menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan   bahan   koordinasi  dan  penyusunan   peraturan   perundang- undangan  bidang kefarmasian  dan  alat  kesehatan,  inspektorat,  sumber daya  manusia   kesehatan,   penelitian   dan   pengembangan   kesehatan, kesehatan masyarakat,  dan pencegahan dan pengendalian penyakit;

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 15 -

 

  1. penyiapan    koordinasi   dan   penyusunan   rumusan    perjanjian    bidang kefarmasian  dan  alat   kesehatan,   inspektorat,   sumber   daya  manusia kesehatan,   penelitian  dan  pengembangan  kesehatan,   kesehatan masyarakat,  dan pencegahan dan pengendalian penyakit;  dan
  2. pelaksanaan urusan dokumentasi, kodifikasi, dan publikasi peraturan perundang-undangan      bidang     kefarmasian     dan     alat      kesehatan, inspektorat,   sumber  daya  manusia  kesehatan,   penelitian  dan pengembangan  kesehatan,   kesehatan  masyarakat,   dan  pencegahan dan

pengendalian penyakit.

 

Pasal 52

 

Bagian Peraturan Perundang-Undangan   I  terdiri atas:

  1. a. Subbagian    Peraturan   Bidang    Kefarmasian    dan   Alat   Kesehatan    dan

Inspektorat;

  1. Subbagian   Peraturan   Bidang  Sumber   Daya  Manusia   Kesehatan   dan

Penelitian dan Pengembangan Kesehatan;  dan

  1. Subbagian Peraturan  Bidang Kesehatan   Masyarakat dan Pencegahan dan

Pengendalian Penyakit.

 

Pasal 53

 

(1)    Subbagian   Peraturan   Bidang   Kefarmasian   dan   Alat   Kesehatan   dan Inspektorat  mempunyai  tugas  melakukan  penyiapan  bahan  koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan rumusan perjanjian bidang kefarmasian dan alat kesehatan dan inspektorat.

(2)    Subbagian   Peraturan   Bidang  Sumber   Daya   Manusia   Kesehatan   dan Penelitian dan  Pengembangan  Kesehatan  mempunyai tugas  melakukan penyiapan  bahan   koordinasi  dan  penyusunan   peraturan   perundang- undangan  dan  rumusan  perjanjian  bidang  pengembangan  dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan dan penelitian dan pengembangan kesehatan.

(3)     Subbagian  Peraturan  Bidang Kesehatan  Masyarakat  dan Pencegahan dan

Pengendalian Penyakit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi    dan    penyusunan    peraturan    perundang-undangan    dan rumusan perjanjian  bidang kesehatan  masyarakat  dan  pencegahan dan

pengendalian penyakit.

 

Pasal 54

 

Bagian Peraturan Perundang-Undangan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan bidang pelayanan kesehatan dan manajemen kesehatan, dan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 16 - Pasal 55

Dalam  melaksanakan tugas  se bagaimana  dimaksud dalam  Pasal  54,   Bagian

 

Peraturan Perundang-Undangan  II menyelenggarakan fungsi:

 

  1. a. penyiapan  bahan   koordinasi  dan  penyusunan   peraturan   perundang- undangan bidang pelayanan kesehatan dan manajemen kesehatan;
  2. penyiapan   koordinasi   dan   penyusunan    rumusan    perjanjian    bidang pelayanan kesehatan dan manajemen  kesehatan;
  3. pelaksanaan   urusan   dokumentasi,  kodifikasi, dan  publikasi  peraturan perundang-undangan  bidang pelayanan kesehatan  dan manajemen kesehatan;  dan
  4. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

Pasal 56

 

Bagian Peraturan  Perundang-Undangan II terdiri atas:

 

  1. a. Subbagian Peraturan Bidang Pelayanan Kesehatan;

 

  1. Subbagian Peraturan  Bidang Manajemen  Kesehatan;  dan c.      Subbagian Tata Usaha.

 

Pasal 57

 

( 1)    Subbagian  Peraturan   Bidang  Pelayanan  Kesehatan   mempunyai  tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan     dan    rumusan    perjanjian     bidang    pelayanan kesehatan.

(2)  Subbagian Peraturan Bidang Manajemen Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan  bahan koordinasi dan penyusunan  peraturan perundang-undangan dan rumusan  perjanjian  serta pelaksanaan urusan dokumentasi,  kodifikasi, dan  publikasi  bidang  kesekretariatan  jenderal dan peraturan perundang-undangan bidang umum lainnya.

(3)    Subbagian    Tata    Usaha    mempunyai    tugas    melakukan    koordinasi penyusunan rencana,  program, dan anggaran, pengelolaan keuangan dan barang  milik negara,  evaluasi dan  pelaporan,  urusan kepegawaian,  tata laksana,  kearsipan, dan tata persuratan serta kerumahtanggaan Biro.

 

Pasal58

 

Bagian   Advokasi   Hukum   mernpunyai   tugas  melaksanakan   koordinasi  dan pelaksanaan advokasi hukum.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 17  -

 

Pasal  59

 

Dalam  melaksanakan  tugas  sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal  58,  Bagian

Advokasi Hukum menyelenggarakan fungsi:

 

a.

penyiapan     koordinasi    penyusunan    telaahan,

pendampingan,    dan

 

pembelaan kasus hukum;  dan

 

b.

penyiapan   koordinasi  dan  fasilitasi  pelaksanaan undangan di lingkungan  Kementerian Kesehatan.

peraturan  perundang-

 

Pasal 60

 

Bagian Advokasi  Hukum  terdiri atas:

  1. Subbagian Advokasi Hukum I;
  2. Subbagian Advokasi Hukum II;  dan c.     Subbagian Advokasi Hukum III.

 

Pasal 61

 

(1)   Subbagian Advokasi Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi penyusunan  telaahan,  pendampingan  dan  pembelaan  kasus hukum,  serta  fasilitasi pelaksanaan  peraturan  perundang-undangan  di bidang   pelayanan    kesehatan,    penelitian    dan    pengembangan,    dan kesehatan masyarakat.

(2)    Subbagian Advokasi  Hukum  II  mempunyai  tugas  melakukan  penyiapan koordinasi penyusunan telaahan, pendampingan dan pembelaan kasus hukum,  serta  fasilitasi  pelaksanaan  peraturan  perundang-undangan  di bidang   pengembangan    dan    pemberdayaan    sumber    daya   manusia kesehatan, dan kefarmasian dan alat kesehatan.

(3)     Subbagian  Advokasi Hukum  III  mempunyai tugas  melakukan  penyiapan

koordinasi penyusunan  telaahan,  pendampingan  dan  pembelaan  kasus hukum,  serta  fasilitasi  pelaksanaan peraturan  perundang-undangan  di bidang pencegahan dan pengendalian  penyakit, inspektorat jenderal,  dan

kesekretariatan jenderal.

 

Pasal 62

 

Bagian   Organisasi   dan   Tata   Laksana   mempunyai   tugas   melaksanakan penataan  organisasi  dan  tata  laksana,  dan  fasilitasi pelaksanaan  reformasi birokrasi.

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 18  - Pasal  63

Dalam melaksanakan tugas  sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal 62,  Bagian

Organisasi dan  Tata Laksana menyelenggarakan fungsi:

  1. a. evaluasi dan penataan  organisasi;
  2. b. fasilitasi    dan   pelaksanaan   penyusunan   peta   bisnis   proses,   standar operasional prosedur, dan tata hubungan kerja;
  3. fasilitasi  dan  pelaksanaan  penyusunan  analisis jabatan,  analisis  beban kerja,  dan evaluasi jabatan;  dan
  4. fasilitasi pelaksanaan  reformasi birokrasi.

 

Pasal 64

 

Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas:

  1. Subbagian Penataan Organisasi;
  2. Subbagian Tata Laksana;  dan c.     Subbagian Analisis Jabatan.

 

Pasal 65

 

( 1)    Subbagian   Penataan  Organisasi   mempunyai  tugas  melakukan  evaluasi dan penataan organisasi  serta fasilitasi pelaksanaan reformasi birokrasi.

(2)    Subbagian  Tata  Laksana   mempunyai  tugas   melakukan   fasilitasi  dan

pelaksanaan    penyusunan    peta   bisnis   proses,   standar    operasional prosedur, dan tata hubungan kerja.

(3)    Subbagian  Analisis  Jabatan mempunyai tugas  melakukan  fasilitasi dan

pelaksanaan penyusunan  analisis  jabatan,  peta jabatan,  analisis  beban kerja,  dan evaluasi jabatan.

 

 

Bagian Keenam Biro Kepegawaian Pasal 66

Biro    Kepegawaian    mempunyai   tugas   melaksanakan    pengelolaan   urusan kepegawaian di  lingkungan  Kementerian  Kesehatan  sesuai  dengan ketentuan

peraturan perundang-undangan.

 

Pasal 67

 

Dalam   melaksanakan  tugas  sebagaimana   dimaksud  dalam   Pasal  66,   Biro

Kepegawaian menyelenggarakan fungsi:

  1. a. pengelolaan urusan  pengadaan pegawai;

 

 

MENTERI  KESEHATAN

REPUBLIK INDONESIA

- 19  -

 

  1. pengelolaan urusan  mutasi dan penilaian kinerja pegawai;
  2. pengelolaan urusan  pengembangan pegawai;
  3. penyiapan pelaksanaan urusan  disiplin dan kesejahteraan  pegawai;  dan e.      pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

 

 

 

Biro Kepegawaian  terdiri atas:

  1. a. Bagian  Pengadaan Pegawai;

 

Pasal 68

 

  1. b. Bagian Mutasi  dan Penilaian Kinerja Pegawai;
  2. Bagian  Pengembangan Pegawai;
  3. Bagian Disiplin  dan Kesejahteraan  Pegawai; dan e.      Kelompok Jabatan Fungsional.

 

Pasal 69

 

Bagian    Pengadaan    Pegawai   mempunyai    tugas    melaksanakan     urusan pengadaan pegawai.

Pasal  70

Dalam  melaksanakan  tugas  sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal 69,   Bagian

Pengadaan Pegawai menyelenggarakan  fungsi:

  1. penyusunan formasi  dan  evaluasi  penempatan  pegawai negeri sipil   dan pegawai dengan penugasan  khusus  terutama  pegawai pemerintah  dengan perjanjian  kerja;
  2. pelaksanaan urusan  seleksi dan pengangkatan pegawai negeri  sipil;  dan
  3. pelaksanaan urusan pengangkatan dan pemberhentian  pegawai  dengan penugasan khusus  terutama pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

 

Pasal 71

 

Bagian Pengadaan Pegawai terdiri atas:

  1. Subbagian Penyusunan  Formasi Pegawai;
  2. Subbagian Pengangkatan  Pegawai Negeri  Sipil;  dan
  3. Subbagian  Pengangkatan Pegawai dengan Penugasan Khusus.

 

Pasal  72

 

(1)    Subbagian  Penyusunan  Formasi  Pegawai mempunyai  tugas  melakukan penyusunan formasi  dan  evaluasi penempatan  pegawai negeri sipil   dan pegawai dengan penugasan  khusus.

(2)    Subbagian     Pengangkatan     Pegawai   Negeri     Sipil     mempunyai    tugas melakukan pelaksanaan  urusan  seleksi dan pengangkatan  pegawai negeri sipil.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 20 -

 

(3)     Subbagian  Pengangkatan  Pegawai dengan Penugasan  Khusus  mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan  pengangkatan dan pemberhentian pegawai  dengan penugasan khusus.

 

Pasal 73

 

Bagian  Mutasi  dan Penilaian Kinerja  Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan  mutasi dan penilaian kinerja pegawai.

 

Pasal 74

 

Dalam  melaksanakan  tugas  sebagaimana dimaksud  dalam  Pasal 73,   Bagian

Mutasi dan Penilaian Kinerja Pegawai  menyelenggarakan fungsi:

  1. pelaksanaan penyelesaian kenaikan pangkat;
  2. pelaksanaan pemindahan, pemberhentian,  dan pensiun pegawai;  dan
  3. pengelolaan  penilaian    kinerja     pegawai   dan    dukungan     informasi kepegawaian.

 

Pasal 75

 

Bagian Mutasi  dan Penilaian Kinerja Pegawai  terdiri atas:

  1. a. Subbagian  Kenaikan  Pangkat;
  2. Subbagian  Pemindahan  dan Pemberhentian;  dan
  3. c. Subbagian  Penilaian Kinerja dan Dukungan  Informasi  Kepegawaian.

 

Pasal  76

 

(1)   Subbagian Kenaikan  Pangkat mempunyai tugas melakukan urusan penyelesaian kenaikan pangkat.

(2)     Subbagian  Pemindahan dan Pemberhentian  mempunyai  tugas melakukan

urusan pemindahan, pemberhentian,  dan pensiun pegawai.

(3)    Subbagian   Penilaian   Kinerja   dan   Dukungan   lnformasi   Kepegawaian mempunyai  tugas   melakukan   urusan   penilaian   kinerja   pegawai  dan dukungan informasi kepegawaian.

 

Pasal  77

 

Bagian  Pengembangan  Pegawai mempunyai  tugas melaksanakan pengelolaan urusan pengembangan pegawai.

 

Pasal 78

 

Dalam  melaksanakan tugas  sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal 77,   Bagian

Pengembangan Pegawai menyelenggarakan  fungsi:

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 21  -

 

  1. pelaksanaan perencanaan pengembangan dan administrasi pengangkatan jabatan   pimpinan   tinggi  dan  jabatan   administrasi,   ujian   dinas   dan penyesuaian  ijazah,  dan pendidikan dan pelatihan  kepemimpinan;
  2. pelaksanaan administrasi pengembangan jabatan  fungsional tertentu dan jabatan administrasi pelaksana;  dan
  3. pelaksanaan administrasi pengembangan karir pegawai, tugas belajar,  dan ijin  belajar di lingkungan  Kementerian  Kesehatan.

 

Pasal 79

 

Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas:

  1. a. Subbagian Perancangan Pengembangan Jabatan Pimpinan Tinggi dan

Jabatan Administrasi;

 

  1. Subbagian Administrasi  Pengembangan Jabatan Fungsional;  dan c.      Subbagian Pengembangan Karir.

 

Pasal 80

 

(1)    Subbagian  Perancangan   Pengembangan  Jabatan  Pimpinan   Tinggi  dan Jabatan Administrasi mempunyai tugas melakukan perencanaan pengembangan dan  administrasi pengangkatan jabatan  pimpinan tinggi dan  jabatan   administrasi,  ujian   dinas  dan  penyesuaian   ijazah,   serta pendidikan dan pelatihan  kepemimpinan.

(2)     Subbagian  Administrasi  Pengembangan Jabatan  Fungsional  mempunyai

tugas melakukan urusan  administrasi pengembangan jabatan  fungsional tertentu dan jabatan  administrasi pelaksana.

(3)     Subbagian   Pengembangan  Karir   mempunyai  tugas  melakukan  urusan

administrasi pengembangan karir  pegawai, tugas  belajar,  dan ijin  belajar di lingkungan  Kementerian  Kesehatan.

 

Pasal 81

 

Bagian  Disiplin  dan Kesejahteraan  Pegawai mempunyai  tugas  melaksanakan urusan disiplin dan kesejahteraan  pegawai dan urusan tata usaha dan rumah

tangga Biro.

 

Pasal 82

 

Dalam  melaksanakan  tugas  sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal  81,   Bagian

Disiplin  dan Kesejahteraan  Pegawai menyelenggarakan  fungsi:

  1. a. penyiapan bahan   penyusunan   peraturan   kepegawaian,  pertimbangan teknis   penyelesaian   masalah   kepegawaian,  dan   penegakkan   disiplin pegawa1;

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 22 -

 

  1. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan urusan pemberian penghargaan, administrasi kesejahteraan  pegawai, dan  pemeriksaan  kesehatan pejabat dan calon pegawai negeri sipil;  dan
  2. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

Pasal 83

 

Bagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai  terdiri atas:

  1. a. Subbagian Peraturan  Kepegawaian dan Penegakan Disiplin Pegawai;
  2. b. Subbagian  Penghargaan dan Kesejahteraan Pegawai; dan      Subbagian Tata Usaha.

 

Pasal 84

 

(1)    Subbagian   Peraturan    Kepegawaian   dan   Penegakan   Disiplin  Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan peraturan kepegawaian,  pertimbangan  teknis  penyelesaian  masalah   kepegawaian, dan penegakkan disiplin pegawai.

(2)    Subbagian  Penghargaan  dan  Kesejahteraan   Pegawai  mempunyai   tugas

melakukan penyiapan  bahan  koordinasi pelaksanaan  urusan  pemberian penghargaan,   administrasi   kesejahteraan   pegawai,   dan   pemeriksaan kesehatan pejabat.

(3)    Subbagian    Tata    U saha    mempunyai    tugas    melakukan     koordinasi penyusunan rencana,  program, dan anggaran, pengelolaan keuangan dan barang milik   negara,  evaluasi  dan   pelaporan, urusan  kepegawaian, tata laksana,  kearsipan, dan tata persuratan,  serta kerumahtanggaan Biro.

 

 

Bagian Ketujuh

Biro Kerja Sama Luar Negeri

 

 

Pasal 85

 

Biro Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pemberian  dukungan  administrasi  kerja  sama kesehatan  luar  negeri  sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Pasal 86

 

Dalam  melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85,  Biro Kerja

Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan   koordinasi   pelaksanaan   kerja   sama  luar   negeri   bilateral, regional,  dan multilateral di bidang kesehatan;

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 23 -

 

  1. penyiapan   koordinasi   dan   fasilitasi  hubungan   luar    negeri   bilateral, regional,  dan multilateral  di bidang kesehatan;  dan
  2. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

Pasal  87

 

Biro  Kerja  Sama Luar Negeri  terdiri atas:

  1. a. Bagian Kerja Sama Kesehatan  Bilateral;
  2. Bagian  Kerja  Sama Kesehatan  Regional;
  3. Bagian Kerja Sama Kesehatan Multilateral;  dan d.     Kelompok jabatan  fungsional.

 

Pasal88

 

Bagian   Kerja   Sama   Kesehatan   Bilateral  mempunyai   tugas   melaksanakan penyiapan koordinasi  pelaksanaan  kerja  sama dan fasilitasi  hubungan  luar negeri  bilateral  serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

Pasal 89

 

Dalam  melaksanakan  tugas  sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal 88,   Bagian

Kerja  Sama Kesehatan  Bilateral menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan bahan  koordinasi pelaksanaan  kerja  sama kesehatan bilateral di Kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, Amerika,  Eropa,  dan Afrika;
  2. koordinasi dan fasilitasi hubungan  luar  negeri bilateral  di  Kawasan  Asia

Pasifik,  Timur Tengah, Amerika,  Eropa,  dan Afrika;  dan c.      pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

Pasal 90

Bagian  Kerja Sama Kesehatan  Bilateral terdiri atas:

  1. a. Subbagian Kerja  Sama Bilateral  I;
  2. Subbagian Kerja Sama Bilateral II; dan c.      Subbagian Tata Usaha.

 

Pasal  91

 

(1)    Subbagian Kerja Sama Bilateral I  mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan  koordinasi pelaksanaan  kerja  sama dan fasilitasi hubungan  luar negeri bilateral di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah.

(2)     Subbagian     Kerja     Sama    Bilateral   II    mempunyai   tugas    melakukan

penyiapan   bahan   koordinasi   pelaksanaan   kerja    sama   dan   fasilitasi hubungan luar negeri  bilateral  di kawasan Amerika,  Eropa,  dan Afrika.

(3)    Subbagian    Tata    Usaha    mempunyai    tugas    melakukan    koordinasi penyusunan rencana,  program, dan anggaran, pengelolaan keuangan dan barang  milik negara,  evaluasi  dan pelaporan, urusan  kepegawaian,  tata laksana,  kearsipan, dan tata persuratan, serta kerumahtanggaan Biro.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 24 -

 

Pasal  92

 

Bagian  Kerja   Sama   Kesehatan   Regional  mempunyai   tugas   melaksanakan penyiapan  koordinasi  pelaksanaan  kerja  sama  dan  fasilitasi  hubungan  luar negeri regional.

 

Pasal 93

 

Dalam melaksanakan tugas  sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal  92,  Bagian

 

Kerja  Sama Kesehatan  Regional menyelenggarakan  fungsi:

 

  1. penyiapan  bahan koordinasi pelaksanaan kerja  sama kesehatan regional dengan negara ASEAN  dan Non-ASEAN;  dan
  2. koordinasi  dan  fasilitasi  hubungan   luar   negeri  regional  dengan  negara

 

ASEAN dan Non-ASEAN.

 

Pasal 94

 

Bagian Kerja Sama Kesehatan  Regional terdiri atas:

 

  1. a. Subbagian  Kerja Sama Regional I; dan      Subbagian  Kerja Sama Regional II.

 

Pasal 95

 

(1)     Subbagian Kerja  Sama  Regional  I  mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan  kerja  sama dan fasilitasi  hubungan luar negeri regional dengan negara ASEAN.

(2)     Subbagian   Kerja    Sama    Regional   II    mempunyai   tugas   melakukan

penyiapan   bahan   koordinasi   pelaksanaan   kerja    sama  dan   fasilitasi hubungan luar negeri regional dengan negara Non-ASEAN.

 

Pasal 96

 

Bagian  Kerja  Sama  Kesehatan   Multilateral  mempunyai  tugas  melaksanakan penyiapan  koordinasi  pelaksanaan  kerja  sama dan  fasilitasi hubungan  luar

negeri multilateral.

 

Pasal 97

 

Dalam  melaksanakan  tugas  sebagaimana dimaksud  dalam  Pasal  96,  Bagian

 

Kerja Sama Kesehatan  Multilateral menyelenggarakan fungsi:

  1. a. penyiapan    bahan    koordinasi    pelaksanaan    kerja     sama   kesehatan multilateral dengan badan PBB  dan Non-PBB;  dan

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 25 -

 

  1. b. koordinasi dan fasilitasi hubungan  luar  negeri multilateral  dengan badan

PBB dan Non-PBB.

 

Pasal 98

 

Bagian Kerja Sama Kesehatan  Multilateral terdiri atas:

  1. a. Subbagian  Kerja  Sama Multilateral I; dan b.     Subbagian Kerja  Sama Multilateral II.

 

Pasal 99

 

(1)    Subbagian    Kerja   Sama   Multilateral   I   mempunyai   tugas   melakukan penyiapan   bahan   koordinasi   pelaksanaan   kerja   sama   dan   fasilitasi hubungan luar negeri multilateral dengan badan PBB.

(2)    Subbagian   Kerja   Sama   Multilateral   II    mempunyai   tugas   melakukan penyiapan   bahan   koordinasi  pelaksanaan   kerja   sama   dan   fasilitasi hubungan luar negeri multilateral  dengan badan Non-PBB.

 

 

Bagian Kedelapan

Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

 

 

Pasal  100

 

Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan komunikasi dan pelayanan masyarakat serta dokumentasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Pasal 101

 

Dalam  melaksanakan  tugas  se bagaimana   dimaksud  dalam   Pasal   100,   Biro

Komunikasi  dan Pelayanan Masyarakat menyelenggarakan fungsi:

  1. a. pengelolaan opini publik,  produksi komunikasi,  dan peliputan;
  2. pelaksanaan hubungan media dan lembaga;
  3. pelaksanaan urusan pelayanan masyarakat;  dan
  4. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

Pasal 102

 

Biro  Komunikasi  dan Pelayanan Masyarakat terdiri atas:

  1. a. Bagian Opini Publik,  Produksi Komunikasi,  dan Peliputan;

 

  1. Bagian  Hubungan  Media dan Lembaga;
  2. c. Bagian  Pelayanan Masyarakat;  dan      Kelompok Jabatan Fungsional.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 26 -

 

Pasal 103

 

Bagian  Opini Publik,  Produksi Komunikasi,  dan  Peliputan  mempunyai tugas melaksanakan  pengelolaan opini publik, produksi  komunikasi,  dan  peliputan serta pendokumentasian.

 

Pasal  104

 

Dalam melaksanakan  tugas  sebagaimana dimaksud  dalam Pasal  103,  Bagian

Opini Publik,  Produksi Komunikasi,  dan Peliputan menyelenggarakan fungsi:

  1. a. pengelolaan   opini    publik,    manajemen    isu,    strategi    komunikasi,   dan penanganan krisis  komunikasi;
  2. pengelolaan produksi komunikasi publik dan program kehumasan;  dan
  3. pelaksanaan    peliputan,   pendokumentasian,    dan   pengolahan   bahan publikasi.

 

Pasal 105

 

Bagian Opini Publik,  Produksi Komunikasi,  dan Peliputan terdiri atas:

  1. Subbagian  Opini Publik;
  2. Subbagian Produksi Komunikasi;  dan
  3. Subbagian  Peliputan dan Dokumentasi.

 

Pasal  106

 

(1)    Subbagian  Opini  Publik  mempunyai  tugas  melakukan  pengelolaan opini publik, manajemen isu, strategi dan taktik komunikasi, penanganan  krisis komunikasi, pemantauan  dan  analisis  berita  media,  dan  evaluasi opini publik.

(2)     Subbagian      Produksi     Komunikasi      mempunyai     tugas     melakukan

pengelolaan  produksi   komunikasi   publik,    program   kehumasan,   dan evaluasi produksi komunikasi.

(3)     Subbagian  Peliputan  dan  Dokumentasi   mempunyai  tugas   melakukan

peliputan, pendokumentasian, dan pengolahan  bahan publikasi.

 

Pasal 107

 

Bagian    Hubungan    Media   dan   Lembaga  mempunyai   tugas   melaksanakan hubungan  media dan  lembaga,   serta urusan  tata usaha  dan rumah tangga

Biro.

 

Pasal 108

 

Dalam  melaksanakan tugas sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal  107,  Bagian

Hubungan  Media dan Lembaga menyelenggarakan fungsi:

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 27 -

 

  1. a. pelaksanaan hubungan media massa dan pengelolaan media sosial;

 

b.

pelaksanaan    komunikasi    lembaga     pemerintah     dan

lembaga     non

 

 

c.

pemerintah;  dan

 

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

 

Pasal  109

 

Bagian Hubungan  Media dan Lembaga terdiri atas:

 

  1. a. Subbagian Hubungan  Media Massa dan Media  Sosial;
  2. Subbagian Komunikasi Antar Lembaga;  dan c.      Subbagian Tata Usaha.

 

Pasal  110

(1)    Subbagian  Hubungan  Media  Massa  dan Media  Sosial mempunyai  tugas melakukan hubungan media massa dan pengelolaan media sosial.

(2)    Subbagian  Komunikasi   Antar   Lembaga   mempunyai  tugas   melakukan hubungan  komunikasi dan jejaring  informasi  antar lembaga  pemerintah dan lembaga non pemerintah.

(3)    Subbagian    Tata    Usaha    mempunyai    tugas    melakukan    koordinasi penyusunan rencana,  program, dan anggaran, pengelolaan keuangan  dan barang  milik negara,  evaluasi dan  pelaporan,  urusan kepegawaian,  tata laksana,  kearsipan, dan tata persuratan, serta kerumahtanggaan Biro.

 

Pasal 111

 

Bagian   Pelayanan   Masyarakat    mempunyai   tugas   melaksanakan    urusan pelayanan masyarakat.

 

Pasal 112

 

Dalam  melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam  Pasal  111,  Bagian

 

Pelayanan Masyarakat menyelenggarakan fungsi:

  1. a. pelaksanaan pelayanan informasi;
  2. pengelolaan pengaduan masyarakat;  dan
  3. c. pelaksanaan penerbitan dan pengelolaan perpustakaan.

 

Pasal 113

 

Bagian Pelayanan Masyarakat terdiri atas:

 

  1. Subbagian Pelayanan Informasi;

 

  1. Subbagian Pengaduan Masyarakat;  dan
  2. Subbagian  Penerbitan dan Perpustakaan.

 

 

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 28 -

 

Pasal 114

 

(1)    Subbagian  Pelayanan Informasi  mempunyai tugas  melakukan  pelayanan informasi dan pelayanan publik terpadu.

(2)    Subbagian     Pengaduan    Masyarakat     mempunyai    tugas    melakukan pengelolaan pengaduan masyarakat.

(3)    Subbagian   Penerbitan  dan  Perpustakaan  mempunyai   tugas  melakukan penerbitan buku dan majalah  serta pengelolaan perpustakaan.

 

Bagian Kesembilan

Biro  Umum

 

 

Pasal  115

 

Biro    Umum     mempunyai    tugas    melaksanakan    urusan   ketatausahaan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi sesuai dengan ketentuan  peraturan

perundang-undangan.

 

Pasal 116

 

Dalam   melaksanakan  tugas  sebagaimana  dimaksud  dalam   Pasal  115,   Biro

Umum menyelenggarakan fungsi:

  1. a. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan protokol;
  2. b. pelaksanaan urusan kerumahtanggaan;
  3. pelaksanaan urusan arsip dan dokumentasi;
  4. pengelolaan urusan  gaji;  dan
  5. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

Pasal 117

 

Biro Umum terdiri atas:

  1. a. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol;
  2. Bagian Kearsipan dan Administrasi;
  3. Bagian Rumah Tangga;
  4. Bagian Gaji dan Tata Usaha;  dan e.     Kelompok Jabatan Fungsional.

 

Pasal 118

 

Bagian  Tata Usaha  Pimpinan dan  Protokol  mempunyai  tugas  melaksanakan urusan  tata  usaha  Menteri,   Staf  Ahli   Menteri,   Sekretaris   Jenderal,   dan Protokol.

 

 

MENTERI  KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 29 -

 

Pasal 119

 

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal  118,  Bagian

Tata Usaha Pimpinan dan Protokol menyelenggarakan fungsi:

 

  1. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri,  Staf Ahli Menteri,  dan Sekretaris

Jenderal;  dan

 

  1. pelaksanaan keprotokolan pimpinan Kementerian.

 

Pasal 120

 

Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol terdiri atas:

  1. a. Subbagian Tata U saha Menteri dan Staf Ahli;
  2. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal;  dan c.     Subbagian Protokol.

 

Pasal 121

 

(1)     Subbagian   Tata   Usaha    Menteri    dan   Staf   Ahli   mempunyai    tugas melakukan urusan tata usaha Menteri dan Staf Ahli.

(2)     Subbagian Tata U saha Sekretaris  Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal.

(3)     Subbagian  Protokol   mempunyai  tugas  melakukan  urusan  keprotokolan pimpinan Kementerian.

 

Pasal  122

 

Bagian  Kearsipan  dan Administrasi  mempunyai tugas melaksanakan urusan kearsipan dan administrasi perjalanan dinas luar negeri.

 

Pasal  123

 

Dalam  melaksanakan tugas sebagaimana  dimaksud dalam Pasal  122,  Bagian

Kearsipan dan Administrasi menyelenggarakan fungsi:

  1. a. pelaksanaan urusan kearsipan dan dokumentasi Kementerian;
  2. pelaksanaan urusan tata persuratan Kementerian;  dan
  3. pelaksanaan urusan administrasi perjalanan dinas luar negeri.

 

Pasal 124

 

Bagian Kearsipan dan  Administrasi terdiri atas:

 

  1. a. Subbagian Kearsipan;
  2. Subbagian Persuratan;  dan
  3. Subbagian Administrasi Perjalanan Dinas.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 30 -

 

 

Pasal 125

 

(1)     Subbagian  Kearsipan  mempunyai  tugas melakukan urusan kearsipan dan dokumentasi Kementerian.

(2)     Subbagian     Persuratan   mempunyai   tugas    melakukan    urusan    tata persuratan Kernenterian.

(3)     Subbagian  Administrasi  Perjalanan  Dinas  mempunyai  tugas  melakukan urusan administrasi perjalanan dinas luar negeri.

 

Pasal 126

 

Bagian  Rumah  Tangga mempunyai  tugas melaksanakan  pengelolaan urusan rumah tangga.

 

Pasal  127

 

Dalam  melaksanakan tugas sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal  126,  Bagian

Rumah Tangga menyelenggarakan  fungsi:

  1. a. perencanaan   kebutuhan   dan  pemanfaatan   sarana   dan  prasarana  di lingkungan Kantor Pusat;
  2. pemeliharaan sarana dan prasarana serta pelaksanaan kesehatan kerja di lingkungan  Kantor Pusat;  dan
  3. c. pengamanan    sarana    dan   prasarana    dan   pencegahan   bencana   di

lingkungan Kantor Pusat.

Pasal 128

 

Bagian Rumah Tangga terdiri atas:

  1. a. Subbagian Pemanfaatan Sarana dan Prasarana;
  2. Subbagian  Pemeliharaan;  dan c.     Subbagian Pengamanan.

 

Pasal 129

 

(1)    Subbagian    Pemanfaatan    Sarana    dan   Prasarana   mempunyai    tugas melakukan   perencanaan    kebutuhan    dan   pemanfaatan   sarana   dan prasarana di lingkungan Kantor Pusat.

(2)    Subbagian    Pemeliharaan    mempunyai  tugas   melakukan   pemeliharaan

sarana  dan prasarana  dan  pelaksanaan  kesehatan  kerja  di  lingkungan

 

Kantor Pusat.

(3)    Subbagian    Pengamanan    mempunyai   tugas   melakukan    pengamanan sarana  dan  prasarana  dan  pencegahan bencana  di  lingkungan  Kantor Pusat.

 

 

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

- 31  -

 

 

Pasal 130

 

Bagian Gaji  dan Tata U saha mempunyai tugas melaksanakan urusan gaji  dan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

Pasal  131

 

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal  130,  Bagian

 

Gaji dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:

 

  1. pelaksanaan verifikasi dan  evaluasi gaji  pegawai negeri  sipil   Sekretariat Jenderal   dan   calon  pegawai  negeri  sipil    Kementerian,   serta  gaji   dan insentif pegawai dengan penugasan khusus;
  2. perencanaan kebutuhan  dan pengelolaan urusan  gaji  pegawai negeri sipil Sekretariat Jenderal,  calon pegawai negeri sipil  Kementerian,  dan pegawai dengan penugasan khusus;  dan
  3. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

 

Pasal  132

 

Bagian Gaji dan Tata Usaha terdiri atas:

 

  1. Subbagian Verifikasi  Gaji;

 

  1. Subbagian Penatausahaan  Gaji; dan c.      Subbagian Tata Usaha.

 

Pasal 133

 

(1)    Subbagian   Verifikasi   Gaji   mempunyai  tugas   melakukan   pelaksanaan verifikasi  dan  evaluasi gaji  pegawai negeri  sipil   Sekretariat Jenderal  dan calon  pegawai  negeri  sipil   Kementerian,  serta gaji  dan  insentif  pegawai dengan penugasan khusus.

(2)     Subbagian       Penatausahaan     Gaji       mempunyai     tugas     melakukan

 

perencanaan kebutuhan  dan pengelolaan urusan  gaji  pegawai  negeri sipil Sekretariat Jenderal,  calon pegawai negeri sipil  Kementerian,  dan pegawai dengan penugasan khusus.

(3)     Subbagian     Tata   Usaha     mempunyai    tugas    melakukan    koordinasi

 

penyusunan rencana,  program, dan anggaran, pengelolaan keuangan dan barang  milik negara,  evaluasi  dan pelaporan, urusan  kepegawaian,  tata laksana,  kearsipan, dan tata persuratan,  serta kerumahtanggaan  Biro.